Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Titiek Soeharto Minta Mitigasi El Nino Dipercepat demi Lindungi Ketahanan Pangan Nasional

Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Juli 2026

MerahPutih.com - Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, menekankan pentingnya langkah antisipasi dan mitigasi yang cepat, terintegrasi, serta berbasis data untuk menghadapi potensi dampak El Nino terhadap sektor pertanian dan peternakan.

Menurutnya, Sabtu (4/7), kesiapan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pangan sekaligus melindungi ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim.

Langkah mitigasi harus dilakukan secara cepat, terintegrasi, dan berbasis data agar dampaknya terhadap sektor pertanian dan peternakan dapat ditekan,

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto.

BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Alami Curah Hujan di Bawah Normal

Titiek mengatakan, berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan, berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal pada musim kemarau tahun ini.

Menurut legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut, kondisi itu dapat meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta penurunan produktivitas sektor pertanian dan peternakan sehingga memerlukan langkah antisipasi yang terukur.

"Kalimantan Selatan memiliki posisi yang sangat strategis sebagai penyangga pangan nasional. Karena itu, kita harus memastikan dampak El Nino tidak mengganggu produksi pangan maupun pasokan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk untuk mendukung kebutuhan Ibu Kota Nusantara," ujarnya.

Baca juga:

Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino

Fokus pada Pengamanan Produksi Pangan

Titiek menilai mitigasi di sektor pertanian harus difokuskan pada pengamanan produksi melalui optimalisasi irigasi dan pompanisasi.

Selain itu, pemerintah juga perlu memaksimalkan pemanfaatan lahan rawa dan lebak, menyediakan benih tahan kekeringan, memastikan kecukupan pupuk, serta memperkuat penyerapan hasil panen dan cadangan pangan pemerintah.

Menurutnya, seluruh langkah tersebut hanya dapat berjalan optimal apabila didukung sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN pangan, penyuluh pertanian, dan petani.

Baca juga:

Ancaman El Nino 2026 Nyata, BMKG Beri Peringatan Darurat Puncak Musim Kemarau Bulan Agustus

Kemarau Panjang Ancam Sektor Peternakan

Selain berdampak pada pertanian, Titiek juga mengingatkan bahwa kemarau panjang berpotensi meningkatkan risiko terhadap sektor peternakan.

"Kemarau panjang juga meningkatkan risiko heat stress pada ternak serta potensi munculnya Penyakit Hewan Menular Strategis dan zoonosis,” tutur dia. (Knu)

Baca Artikel Asli