Tim SAR Evakuasi Korban Jatuhnya Pesawat ATR-42-500 di Sulsel Hari ini, Identitas belum Diketahui
Rabu, 21 Januari 2026 -
MERAHPUTIH.COM - TIM SAR gabungan mengevakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Evakuasi dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter. Beruntung cuaca cukup mendukung pada Rabu (21/1). Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kelas A Basarnas Makassar, Andi Sultan mengatakan, tim bergerak sejak pagi setelah cuaca dinyatakan aman.
Helikopter Dolphin milik Basarnas bernomor registrasi HR-3601 diberangkatkan dari Makassar menuju lokasi evakuasi pukul 07.47 WITA. Setibanya di titik sasaran, korban langsung dievakuasi menggunakan metode hoist karena medan sulit dijangkau.
Setelah diangkat, korban dinaikkan ke helikopter dan diterbangkan menuju lanud terdekat untuk penanganan lanjutan. Helikopter kemudian mendarat dengan aman di Makassar pada pukul 08.15 WITA.
“Setelah helikopter landing, korban langsung kami serahkan kepada tim DVI untuk proses identifikasi lebih lanjut. Tidak terdapat kendala berarti dalam proses evakuasi kali ini," ujar Andi kepada wartawan.
Tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, serta potensi SAR lainnya akan menyisir area sekitar Lampeso. Penyisiran difokuskan pada lokasi yang dinilai masih berpotensi terdapat korban.
Baca juga:
DVI Ambil Sampel DNA Jenazah Laki-laki Pertama Korban Pesawat ATR 42-500
“Tim satu dan dua melanjutkan pencarian dari Pos 9 dan menyisir sekitar lokasi penemuan jenazah sebelumnya. Penambahan personel kami lakukan bertahap melalui sistem rotasi menjaga kondisi fisik tim," ucap Andi yang enggan menyebut identitas jenazah yang ditemukan itu.
Meski sebelumnya terkendala kabut tebal dengan jarak pandang nol, penyisiran tetap dilanjutkan. “Kami akan ulangi penyisiran di titik-titik yang masih berpotensi seperti hari sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI M Syafii menjelaskan operasi SAR dilaksanakan melalui dua metode utama, yakni operasi udara dan operasi darat. Operasi udara difokuskan pada pencarian serta mobilisasi personel dan peralatan ke lokasi dengan medan sulit, sedangkan operasi darat dilakukan tim SAR gabungan yang bergerak langsung menuju titik lokasi kejadian.
Operasi SAR melibatkan lebih dari 1.200 personel gabungan dari unsur TNI-Polri, Basarnas, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.
Area operasi dibagi ke empat sektor guna mempercepat dan mengoptimalkan proses pencarian serta evakuasi korban.(knu)
Baca juga:
Tim SAR Kerahkan Helikopter Angkut Korban Pesawat ATR 42-500 dari Jurang Penggungan Lampeso