Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tidak Dilirik Jadi Capres, Airlangga Didesak Mundur

Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 04 Juni 2023

MerahPutih.com - Aliansi Masyarakat Peduli Golkar (AMPG) mengeluarkan desakan yang tegas kepada Airlangga Hartarto untuk segera mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Desakan ini disampaikan oleh AMPG dalam aksi damai yang digelar di Depan Kantor DPP Golkar pada Minggu (4/6)

Baca Juga:

Jadi Penentu Kemenangan, Airlangga Hartarto Paling Sulit Dipasangkan dengan Anies

"Kami mendesak Airlangga segera mundur, jangan jadikan Golkar sebagai tempat berlindung. Airlangga Hartarto sudah tidak lagi mampu menjaga kehormatan dan kepercayaan publik terhadap Partai Golkar," ungkap Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Golkar (AMPG), Samba

AMPG menyoroti fakta bahwa Partai Golkar merupakan salah satu partai politik besar yang masih eksis dan memiliki peran penting dalam perpolitikan Indonesia.

AMPG juga menyoroti berbagai dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Airlangga. Dampak dari serangkaian kasus yang melibatkan Airlangga Hartarto dapat manfaatkan oleh lawan politik untuk mendegradasi citra dan popularitas Partai Golkar serta para calon legislatifnya.

Kepemimpinan Airlangga dianggap tidak produktif dan melemahkan Partai Golkar secara keseluruhan. Suara partai menurun dan jumlah kursi di DPR berkurang pada Pemilu 2019. Kinerja Airlangga sebagai pemimpin Partai Golkar menjadi tolak ukur bagi para kader partai dalam menentukan arah masa depan partai.

"Oleh karena itu, para kader berharap agar kepemimpinan yang lebih kuat dapat mengatasi masa sulit yang dihadapi saat ini," ungkapnya.

Selain itu, upaya Airlangga dalam membentuk koalisi dengan PPP dan PAN juga tidak berhasil. Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menghadapi kebimbangan, terutama setelah PDIP mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.

PPP pun berubah haluan dan memutuskan untuk bergabung dengan PDIP, sedangkan PAN juga dikabarkan akan menyusul langkah serupa.

Nasib KIB saat ini masih belum pasti, apakah koalisi ini akan bertahan atau tidak. Situasi ini memalukan bagi Partai Golkar yang seharusnya menjadi partai besar dan memiliki pengaruh.

Hingga saat ini, belum ada partai politik lain yang memberikan dukungan terhadap pencalonan Airlangga Hartarto. Partai Golkar terjebak dalam keadaan sulit, setelah KIB yang nasibnya tidak jelas. Muncul wacana tentang Koalisi Besar, namun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra menunjukkan ketidakberanian mereka.

"Bahkan, komentar yang merendahkan datang dari PPP dan PAN. Hal ini mengundang keraguan terhadap kualitas Partai Golkar," ujarnya.

Masa depan Airlangga sebagai calon presiden atau calon wakil presiden sesuai dengan amanat Munas Partai Golkar 2019 dan Rapimnas Partai Golkar diramalkan sangat suram. Tidak ada partai yang bersedia berpasangan dengan Airlangga Hartarto.

"Situasi ini sangat memprihatinkan dan memalukan, karena Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga tampak terombang-ambing dan tidak memiliki arah yang jelas," katanya.

Baca Juga:

Airlangga dan Cak Imin Bertemu, Bahas Kekuatan Koalisi Inti

Baca Artikel Asli