MerahPutih.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyerahkan sepenuhnya penentuan calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai pemimpin tertinggi koalisi pemerintah terkait langkah PAN mengusulkan ketum mereka Zulkifli Hasan (Zulhas).
Partai yang dipimpin Kaesang Pangarep itu menekankan setiap partai anggota koalisi pemerintah memiliki hak dan ruang menyampaikan aspirasi politik masing-masing untuk Pilpres 2029.
“Bagus saja kalau PAN mencalonkan Pak Zul sebagai Cawapres. Saya doakan Pak Zul sehat walafiat menuju 2029,” kata Sekjen PSI Raja Juli, dalam keterangannya kepada media, dikutip Selasa (10/2).
Baca juga:
Dianggap Pencitraan saat Panggul Beras, Zulhas Santai Tanggapi Hujatan Netizen
Cawapres Pilpres 2029 Masih Terlalu Dini
Menurutnya, politik selalu memberi ruang bagi partai untuk menyiapkan strategi jangka panjang. Wacana pencalonan tokoh partai sejak dini merupakan hal lumrah dalam sistem demokrasi selama tidak mengganggu agenda pemerintahan yang sedang berjalan.
“Bagi PSI hari-hari ini anggota koalisi hendaknya menyibukan diri mensukseskan program-program Pak Prabowo Subianto. Yang paling penting semua kompak dulu sukseskan program Pak Prabowo," imbuh Raja Juli, dikutip Antara.
PSI melihat pembahasan soal Pemilu 2029 masih terlalu dini. Apalagi, Raja Juli menegaskan konsolidasi internal partai koalisi menjadi kunci agar program-program prioritas Presiden Prabowo bisa terealisasi
Keputusan di Tangan Prabowo
Kader PSI yang juga Menteri Kehutanan (Menhut) itu juga mengingatkan posisi Presiden Prabowo sebagai figur sentral yang memiliki otoritas penuh dalam menentukan pasangan yang akan mendampinginya kelak di Pilpres 2029
“Biar pemimpin tertinggi, bos kita yang menentukan siapa pendamping yang membuat beliau nyaman dan diterima juga oleh masyarakat," tandas petinggi PSI itu. (*)