MerahPutih.com - Dentuman musik yang raw, atmosferik, sekaligus ethereal kini resmi hadir lewat album debut Thirtytree bertajuk Terrestrial.
Album ini bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah manifesto musikal yang mengajak pendengar berhenti sejenak, menatap ke dalam diri, lalu kembali menyadari posisi manusia sebagai bagian kecil dari alam semesta.
Baca juga:
Rayakan Ulang Tahun ke-30, Wonwoo SEVENTEEN Hadirkan Lagu Baru 'Spring, Summer, Fall, Winter'
Perjalanan Kreatif Dua Tahun
Dikerjakan selama kurang lebih dua tahun, Terrestrial memuat 10 lagu dengan alam sebagai benang merah utama. Proses kreatif ini merekam perubahan cara pandang para personel Thirtytree yang mulai melihat dunia dari perspektif lebih luas.
Lagu “If” menjadi representasi utama gagasan besar album ini. Dengan metafora cahaya kunang-kunang, Thirtytree membicarakan cinta dan kesadaran. Nuansa hangat bercampur melankolis membuat komposisi ini terasa intim sekaligus sarat perasaan.
Baca juga:
Makna Mendalam Lagu 'Indonesia Pusaka' yang Terus Menghidupkan Semangat Bangsa
Usung Sinkronisasi Hubungan Manusia dengan Alam
Visual album diterjemahkan Evelyn Kosasih melalui karya oil pastels on paper, yang merepresentasikan konsep besar hubungan manusia dengan alam.
Kesadaran ekologis Thirtytree juga diwujudkan lewat kerja sama dengan komunitas Sadar Lemari dan Pakai Lagi.
Merchandise album berupa t-shirt, tote bag, kotak pensil, hingga gantungan kunci dibuat dengan konsep upcycling, mengolah limbah tekstil dan plastik menjadi produk baru.
Langkah ini menegaskan pesan album: hubungan manusia dengan alam tidak berhenti pada kesadaran, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.
Baca juga:
Makna Lagu 'Indonesia Raya Karya WR Supratman, Menyatukan Indonesia
Eksplorasi Genre dan Kolaborasi
Eksperimen musikal juga tampak pada lagu “Hope” yang menyentuh Modern Jazz dan Post Rock, serta “Leaves” yang memadukan Pop Disko era 1980-an dengan nuansa musik 2000-an.
Produksi album dipercayakan kepada Ali Akbar Sugiri sebagai produser untuk tujuh lagu, sementara proses mixing dan mastering ditangani Aristyo Setyawan.
Kolaborasi lintas musisi turut memperkaya materi album. Pada “Hope”, Thirtytree menggandeng Doni Sundjoyo (contrabass) dan Qadra Shaku Hachi (perkusi). (far)