Merahputih.com - Persaingan merebut posisi kiper utama Timnas Indonesia kini semakin memanas setelah Maarten Paes harus berbagi panggung dengan Emil Audero.
Situasi ini justru membuat pelatih Timnas Indonesia, John Herdman lebih leluasa melakukan rotasi demi menjaga benteng pertahanan Skuad Garuda tetap solid di setiap pertandingan krusial.
Meskipun tensi perebutan posisi inti cukup tinggi, kedua penjaga gawang level Eropa ini sepakat membuang ego pribadi demi membawa nama Indonesia terbang lebih tinggi.
Baca juga:
Kasasi Ditolak, Kapten Timnas Maroko Achraf Hakimi Diseret ke Sidang Kasus Perkosaan
Sejak debut apik Emil Audero di Kualifikasi Piala Dunia 2026 saat melawan China tahun lalu, posisi Maarten Paes di bawah mistar gawang tak lagi bergaransi mutlak. Persaingan kiper Timnas ini justru membawa berkah tersendiri, di mana keduanya bergantian mengawal gawang secara impresif dan konsisten.
Buktinya, pada ajang FIFA Matchday Juni 2026 kemarin, Emil sukses mencetak clean sheet saat Indonesia melibas Oman 3-0, sementara Paes tampil sama kokohnya ketika Skuad Merah Putih menundukkan Mozambik dengan skor tipis 1-0.
Strategi Rotasi John Herdman Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Gaya kepelatihan pelatih John Herdman yang cerdik merotasi pemain kemungkinan besar bakal kembali diterapkan pada ajang bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026. Pasalnya, pasukan Merah Putih punya jadwal yang cukup padat di fase grup.
Mereka harus meladeni Singapura pada 25 September, menghadapi duel klasik kontra Malaysia di 28 September, hingga meladeni perlawanan Bangladesh pada 1 Oktober.
Kalau sukses mengamankan posisi juara grup atau runner-up Grup A, Garuda otomatis mendapat jatah main ekstra di partai final atau setidaknya perebutan juara ketiga.
Dengan jadwal sepadat itu, punya dua kiper berkelas dunia jelas menjadi modal berharga buat bongkar pasang strategi.
Mental Baja Maarten Paes: Singkirkan Ego demi Lambang di Dada
Buat seorang Maarten Paes, iklim kompetitif tingkat tinggi sebenarnya bukan barang baru. Di level klub, kiper berusia 28 tahun yang kini berseragam Ajax Amsterdam itu sudah biasa "adu mekanik" dengan nama besar sekelas Marc Andre Ter Stegen.
Makanya, saat harus bersaing sehat dengan Emil Audero yang merupakan kiper andalan Rayo Vallecano, mentalnya sama sekali tak goyah.
Semakin baik persaingan yang Anda hadapi, semakin besar dorongan untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri,
ungkap Paes.
Baca juga:
Bagi Paes, siapa pun yang akhirnya ditunjuk oleh sang pelatih untuk turun merumput, persahabatan dan kemenangan tim tetap menjadi prioritas absolut. Tidak ada ruang untuk merasa tersaingi secara negatif.
Semakin bertambah usia, semakin penting bagi saya bahwa Garuda menang, bukan saya atau Emil. Di Indonesia, kita mengatakan bahwa kita harus mengorbankan ego demi Garuda. Dan itulah yang kami lakukan,
pungkas Paes.