Terkait Polemik Senjata, Wiranto: Ada Upaya Memecah Belah Solidaritas Negara
Jumat, 06 Oktober 2017 -
MerahPutih.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menduga ada oknum yang berupaya memecah belah soliditas pemerintah. Salah satunya dengan upaya mengadu domba antara TNI dengan Polri.
"Berbagai upaya untuk memecah belah soliditas satuan keamanan negara adalah perbuatan yang sangat berbahaya," kata Wiranto saat konferensi pers seusai rapat membahas polemik impor senjata api di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (6/10).
Menurut Wiranto, adu domba ini bisa saja dikaitkan mengenai polemik tertahannya ribuan senjata impor milik Brimob Polri di Bandara Soekarno-Hatta. Namun, Wiranto enggan menyebut siapa dan dalam bentuk apa adu domba itu dilakukan.
Lebih lanjut, Wiranto meminta untuk segera menyudahi polemik yang saat ini telah ramai di masyarakat. Untuk itu ia membutuhkan soliditas aparat keamanan nasional dalam hal ini TNI dan Polri, untuk segera bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik.
"Kita hentikan dan netralisir untuk kepentingan bangsa dan negara terutama berlangsungnya pembangunan nasional yang sedang digalakkan presiden Jokowi," tuturnya.
Seperti diketahui, senjata Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 milimeter sebanyak 280 pucuk lengkap dengan 5.932 butir peluru masuk ke Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (29/9) malam dan kini masih tertahan di bandara.
Polri mengakui bahwa senjata-senjata itu adalah milik Polri yang dikirim menggunakan maskapai asal Ukraina dan diimpor oleh PT Mustika Duta Mas Senjata itu, dibeli melalui mekanisme lelang sesuai dengan ketentuan pengadaan barang dan jasa. (Asp)
Baca juga berita terkait lainnya di: Wiranto: Pemerintah Segera Kaji dan Tata Regulasi Senjata Api