MERAHPUTIH.COM - PANGLIMA TNI Jenderal Agus Subianto mengungkapkan alasan penetapan status siaga 1 bagi jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Menurut Agus, penetapan siaga 1 merupakan istilah yang biasa di militer. Agus menjelaskan status siaga 1 diterapkan untuk memeriksa kesiapan TNI dalam menghadapi situasi darurat.
“Saya sudah berlakukan siaga 1 tentunya pada satuan-satuan itu, seperti pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana alam. Jadi setiap kodam itu satu batalyon siaga 1 apabila di wilayah mereka ada bencana alam,” kata Agus di Istana Negara, Jakarta dikutip Rabu (11/3).
Saat ditanya apakah status tersebut terkait dengan peningkatan eskalasi konflik di Timur Tengah, Agus tidak memberikan jawaban langsung. "Ya, kami menguji kesiapsiagaan personel dan material,” ujarnya.
Baca juga:
Puan Minta TNI Jelaskan Instruksi Siaga 1 Terkait dengan Dampak Konflik Timur Tengah
Ia menegaskan tidak ada batas waktu khusus dalam penerapan status siaga 1 ini karena status tersebut merupakan bagian dari pengujian kesiapsiagaan militer. Menurut Agus, setelah latihan, personel dan kendaraan taktis tersebut kini mulai dikembalikan ke satuan masing-masing dengan bantuan polisi, untuk mempersiapkan pengamanan menjelang perayaan Nyepi dan Idul Fitri.
Agus juga menjelaskan konvoi kendaraan taktis yang terlihat di kawasan Monas merupakan bagian dari pengujian kesiapsiagaan. Dalam latihan tersebut, TNI mengukur waktu pergerakan pasukan menuju Jakarta untuk mengantisipasi situasi darurat.
“Itu menguji kesiapsiagaan personel dengan materilnya. Itu kan dari wilayah-wilayah itu ke Jakarta berapa menit, kita hitung. Kalau terjadi sesuatu di Jakarta kan bisa cepat digerakkan,” ucapnya.(knu)
Baca juga: