Temui Dubes Belanda, Wali Kota Solo Minta Artefak Museum Radya Pustaka Dikembalikan

Rabu, 28 Januari 2026 - Soffi Amira

MerahPutih.com - Wali Kota Solo, Respati Ardi, menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen di rumah dinasnya, Loji Gandrung, Selasa (27/1).

Pada pertemuan tersebut, Respati minta pemerintah Belanda untuk mengembalikan artefak Museum Radya Pustaka Solo.

Ia mengatakan, Pemkot Solo dan Pemerintah Belanda memiliki tujuan yang sama, yakni menjadikan kebudayaan dan pariwisata sebagai pondasi kota ke depan. Lalu, memiliki kesamaan visi tentang sejarah di Kota Solo.

“Tentunya sangat berhubungan erat dengan pemerintah Belanda. Dan kita ada mutual cooperation antara Pemerintah Kota Surakarta dengan penduduk besar Belanda terkait short course yang fokusnya terhadap sejarah, arsip-arsip negara dan arsip sejarah yang akan kita kerjasamakan ke depan,” kata Respati.

Baca juga:

Tol Solo-Yogyakarta Bakal Fungsional Saat Lebaran 2026, Jasamarga Kebut Infrastruktur Pendukung

Menurutnya, hal ini akan sangat menguntungkan bagi Kota Surakarta. Tak hanya itu, ia juga sedang mengupayakan pengembalian artefak dari peninggalan sejarah asal Solo yang berada di Belanda.

“Artefak yang sedang diusahakan kembali ke Kota Bengawan seperti manuskrip, arca, gamelan, tosan aji, berbagai jenis wayang dan lainnya,” kata dia.

Setelah dikembalikan, artefak itu nantinya akan diletakkan di Museum Radya Pustaka untuk melengkapi peninggalan Solo, seperti Canthik Rajamala, senjata dan alat tradisional lainnya.

“Ada salah satu surat yang kami berkirim kepada penduduk besar Belanda untuk memohon kembali karena ada barang-barang dari kolektor barang milik Kota Surakarta yang sedang kita mohon dikembalikan,” ucap dia.

Baca juga:

Cagar Budaya Nasional Kini Jadi 313, Fadli Zon: Kita Punya Potensi Puluhan Ribu Artefak Keren

Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen memastikan, pihaknya akan ikut andil untuk menjaga sejarah dan budaya Kota Solo.

Hal itu mengingat hubungan Belanda dan Solo yang sudah terjalin lama. Ia berharap, apa yang menjadi kebutuhan Surakarta bisa terealisasi.

“Saya pikir sangat penting untuk merawat Kota Solo karena sejarahnya. Hubungan dengan Belanda ini sudah berulang berabad-abad, dan kami berbincang tentang bagaimana kita bisa menggunakan sejarah tersebut untuk kebaikan masa depan,” kata Gerritsen. (Ismail/Jawa Tengah)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan