Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tekanan Terhadap Rupiah Berlanjut, Harus Bisa Kurangi Ketergantungan Impor

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Februari 2025

MerahPutih.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan tren pelemahan yang signifikan, berada di kisaran Rp 16.300 per dolar AS pada awal Februari 2025.

Tekanan itu sejalan dengan penguatan indeks dolar AS (DXY) yang bergerak di level 108 hingga mendekati 110. Terbaru pada Selasa, nilai tukar rupiah masih bergerak di kisaran Rp 16.300.

Rupiah berada di level Rp 16.351 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (4/2), menguat hingga 97 poin atau 0,59 persen dari sebelumnya Rp 16.448 per dolar AS.

Sementara berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI pada Selasa (4/2), rupiah berada di level Rp 16.365 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.453 per dolar AS.

Baca juga:

Konversi Rupiah Rp 8.170,65 Per Dolar Disebut Google Dilakukan Pihak ke-3

Head Center of Macroeconomics and Finance Indef M Rizal Taufikurahman memberikan saran berupa langkah-langkah strategis yang perlu diperkuat oleh pemangku kepentingan dalam rangka memperkuat nilai tukar rupiah.

"Ke depan, terdapat beberapa langkah strategis yang perlu diperkuat untuk memperkuat nilai tukar rupiah," kata Rizal.

Pemerintah turut berperan dalam menjaga stabilitas rupiah dengan mengendalikan defisit transaksi berjalan, mendorong ekspor, dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Diversifikasi ekspor menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional, sementara pengendalian impor barang konsumsi yang tidak esensial dapat membantu menekan defisit transaksi berjalan.

Selain itu, peningkatan investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) juga perlu didorong dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif, disertai upaya menjaga stabilitas politik dan kepastian hukum untuk meningkatkan kepercayaan investor.

"Dengan implementasi kebijakan yang tepat dan koordinasi yang solid antara Bank Indonesia (BI) dan pemerintah, diharapkan volatilitas rupiah dapat dikendalikan, dan peluang penguatan nilai tukar tetap terbuka pada tahun 2025 ini," katanya dikutip Antara. (*)

Baca Artikel Asli