Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tekan Iran, Trump Berencana Tambah Kapal Induk di Kawasan Timur Tengah.

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Februari 2026

MerahPutih.com - Amerika Serikat telah secara signifikan meningkatkan kehadiran militer di Timur Tengah seiring peringatan Presiden Donald Trump kepada Iran agar mencapai kesepakatan. Di mana, AS mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dari Laut China Selatan.

Trump pada Rabu (11/2) menggelar pertemuan tertutup dengan kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu.

Sementara Pentagon dilaporkan tengah secara aktif merencanakan pengerahan kelompok tempur kapal induk kedua ke Timur Tengah

Persiapan tersebut dilakukan di tengah pernyataan Presiden Donald Trump yang membayangi negosiasi dengan Iran dengan kemungkinan perang.

Baca juga:

AS Siaga Tempur, Trump Desak Iran Segera Teken Kesepakatan Nuklir Baru Pasca 'Midnight Hammer'

Trump mengatakan tengah mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah.

Salah satu pejabat yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan kepada harian The Wall Street Journal bahwa perintah pengerahan dapat dikeluarkan dalam hitungan jam.

Dilansir Antara, para pejabat itu menyebutkan bahwa presiden belum secara resmi memberikan perintah pengerahan.

Namun, Pentagon telah menyiapkan kelompok tempur tersebut untuk diberangkatkan, kemungkinan dari Pantai Timur, dalam waktu dua pekan.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa kapal induk USS George H.W. Bush saat ini tengah menjalani latihan di lepas pantai Virginia. Mengutip para pejabat yang juga meminta namanya dirahasiakan, laporan itu menyebutkan bahwa latihan tersebut dapat dipercepat. Pentagon menolak berkomentar mengenai laporan tersebut.

Pada Selasa (10/11), sejumlah media melaporkan, dengan mengutip citra satelit, bahwa pasukan AS telah memindahkan pesawat dan sistem pertahanan ke pangkalan militer di kawasan tersebut seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Bulan lalu, Trump menyatakan bahwa sebuah “armada besar” tengah bergerak menuju Iran dan menyampaikan harapan agar Teheran bersedia bernegosiasi mengenai kesepakatan yang adil dan setara, termasuk pelucutan total senjata nuklirnya.

Setelah pertemuan itu, presiden AS mengatakan, “Tidak ada kesimpulan pasti yang dicapai selain saya bersikeras agar negosiasi dengan Iran dilanjutkan untuk melihat apakah kesepakatan dapat dicapai.”

“Jika bisa, saya memberi tahu kepala otoritas (Israel) bahwa itu akan menjadi pilihan yang diutamakan,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

"Jika tidak, kita harus melihat bagaimana hasilnya nanti. Terakhir kali Iran memutuskan bahwa mereka lebih baik tidak membuat kesepakatan, dan mereka dihantam dengan (Operasi) Midnight Hammer — Itu tidak berjalan baik bagi mereka. Semoga kali ini mereka akan lebih rasional dan bertanggung jawab," katanya.

Baca Artikel Asli