MerahPutih.com - Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M. Taufik mempertanyakan status Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai besar jika benar lepas tangan memenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 karena tidak mendapat jatah kursi Wagub DKI.
"Kalau saya sih kalau ada orang buat pernyataan (lepas tangan) itu menurut saya dia tidak menghargai partainya juga. Kan partai besar," kata Taufik di Jakarta, Rabu (31/10).
Menurut Taufik, PKs sebagai partai besar yang sudah mengikat janji memenangkan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 mendatang tentu takkan ingkar hanya karena dirinya nanti terpilih menggantikan posisi Sandiaga di Pemprov DKI. "PKS partai besar, Gerindra partai besar. Kalau partai besar tuh enggak akan goyah pada komitmen," tegas dia.
Penegaskan itu dilontarkan Taufik karena kader PKS di tingkat dewan pimpinan wilayah (DPW) dan ranting se-Jakarta risih melihat Partai Gerindra menunjuk Taufik menjadi orang nomor dua di Jakarta.
Namun, Taufik tetap berencana mengundang PKS pada tanggal 5 November 2018 mendatang mendiskusikan polemik kandidat calon Wagub DKI Jakarta.
"Jadi gini kan diusung oleh dua partai, kemudian yang diusulkan harus dua nama. Nantilah hasil perundingannya. Setelah itu hasilnya diberikan ke gubernur. Lalu gubernur sampaikan ke DPRD lalu dilakukan pemilihan di paripurna," tandas dia.
Sebelumnya, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengatakan, kader-kader PKS di tingkat DPW dan ranting se-Jakarta mulai berkomentar lepas tangan pada Pilpres 2019.
"Itu kan mengganggu iklim koalisi, khususnya di DKI. Kader di bawah sudah komentar, misalnya, 'Sudah urusan (pemilihan) presiden biar diurus Gerindra.' Itu kan sudah risih namanya," ujar Suhaimi. (Asp)