MerahPutih.com - Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik merespons kabar Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno memberikan mahar Rp 500 miliar lebih terkait maju menjadi calon wakil presiden (Cawapres) untuk mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Itu namanya enggak jelas (soal mahar Rp 500 miliar buat PKS dan PAN)," kata M. Taufik di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (9/8).
Taufik pun menyangkal bila Sandiaga memberikan mahar Rp 500 miliar, sebab Wagub DKI itu merupakan politikus dari Gerindra sendiri. "Enggak gimana orang partai kita kok. Sandi tuh wakil ketua dewan pembina," tuturnya.
Namun, Taufik pun tak mempermasalahkan cuitan Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief di Twitter terkait mengenai mahar Sandiaga sebesar Rp 500 miliar untuk menjadi Cawapres. "Ya biarin aja pernyataan (partai) Demokrat," tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief yang menyebut Partai Gerindra melakukan politik transaksional tanpa sepengetahuan Demokrat dalam penunjukkan Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo di Pilpre 2019.
Andi menyatakan Sandiaga Uno telah membayar mahar kepada PKS dan PAN masing-masing senilai Rp500 miliar agar didukung menjadi calon wakil presiden Prabowo.
Bahkan, mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu mencap Prabowo sebagai Jenderal kardus dalam kicaunya di media sosial twitter.
"Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS," tulis Andi Arief lewat akun resminya @AndiArief, kemarin. (Asp)