Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Rincian Tarif Listrik PLN November 2026 dan Simulasi Beli Token Rp 100 Ribu, Dapat Berapa kWh?

Angga Yudha Pratama - 1 jam, 22 menit lalu

Merahputih.com - PT PLN (Persero) mempertahankan penyesuaian tarif listrik (tariff adjustment) untuk menjaga kestabilan daya beli masyarakat dan operasional industri.

Baik bagi pemakai daya 450 VA subsidi hingga golongan industri besar, patokan harga per kWh menjadi dasar utama dalam menghitung pengeluaran bulanan.

Baca juga:

Yangwang Altior Terungkap, Sedan Listrik Mewah BYD Penantang Maybach dan Rolls-Royce

Daftar Tarif Listrik PLN Rumah Tangga November 2026

Tarif listrik rumah tangga non-subsidi November 2026 dipatok Rp 1.352/kWh untuk 900 VA-RTM, Rp 1.444,70/kWh untuk 1.300 VA–2.200 VA, dan Rp 1.699,53/kWh untuk 3.500 VA ke atas. Sementara, pelanggan subsidi 450 VA membayar Rp 415/kWh dan 900 VA sebesar Rp 605/kWh.

Berikut rincian biaya pemakaian listrik per kilowatt-hour (kWh) bagi sektor rumah tangga:

1. Rumah Tangga Non-Subsidi

Golongan Daya Daya Listrik Tarif per kWh (Rp)
R-1/TR 900 VA (RTM) Rp 1.352,00
R-1/TR 1.300 VA Rp 1.444,70
R-1/TR 2.200 VA Rp 1.444,70
R-2/TR 3.500 VA – 5.500 VA Rp 1.699,53
R-3/TR, TM > 6.600 VA Rp 1.699,53

2. Rumah Tangga Subsidi

Golongan Daya Daya Listrik Tarif per kWh (Rp)
R-1/TR 450 VA Rp 415,00
R-1/TR 900 VA (Subsidi) Rp 605,00

Petugas

Rincian Tarif Listrik Bisnis, Industri, Fasilitas Umum & Sosial

Tarif listrik bisnis skala kecil (B-2/TR) hingga 200 kVA sebesar Rp 1.444,70/kWh, sedangkan industri menengah (I-3/TM) dan bisnis besar (B-3/TM) dikenakan Rp 1.114,74/kWh. Untuk industri skala tegang tinggi (I-4/TT), tarif turun menjadi Rp 996,74/kWh.

Selain kelompok rumah tangga, PLN menetapkan struktur tarif khusus untuk menunjang kegiatan usaha, produksi industri, serta layanan publik:

1. Sektor Bisnis & Industri

2. Fasilitas Pemerintah & Penerangan Jalan

3. Pelayanan Sosial


Beli Token Listrik Rp 100 Ribu Dapat Berapa kWh?

Pembelian token PLN Rp 100.000 menghasilkan daya bersih yang bervariasi bergantung tarif dasar dan potongan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) daerah: daya 900 VA (72,19 kWh), daya 1.300–2.200 VA (67,56 kWh), daya 3.500–5.500 VA (57,07 kWh), dan daya di atas 6.600 VA (56,49 kWh).

Banyak pengguna sering merasa angka kWh yang tertera di meteran listrik berbeda dari estimasi pembagian langsung nominal pembelian. Penyebab dasarnya adalah adanya pemotongan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sesuai ketentuan pemerintah daerah setempat.

Tabel hasil perhitungan untuk pembelian token Rp 100.000 per golongan rumah tangga:

Daya Rumah Tangga Biaya PPJ (Estimasi) Nominal Netto Token Tarif per kWh Total kWh Diperoleh
900 VA (RTM) 2,4% (Rp 2.400) Rp 97.600 Rp 1.352,00 72,19 kWh
1.300 VA - 2.200 VA 2,4% (Rp 2.400) Rp 97.600 Rp 1.444,70 67,56 kWh
3.500 VA - 5.500 VA 3,0% (Rp 3.000) Rp 97.000 Rp 1.699,53 57,07 kWh
> 6.600 VA 4,0% (Rp 4.000) Rp 96.000 Rp 1.699,53 56,49 kWh

Baca juga:

Danantara Jadi Orkestrator Rencana Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, PLN Jadi Pembeli

Cara Menghitung Perolehan Token Listrik PLN Mandiri

Proses pengisian token pada stroom meter prabayar menggunakan rumus sederhana:

  1. Kurangi Nominal Pembelian dengan PPJ: Potongan PPJ berkisar antara 2% hingga 10% bergantung pada kebijakan kabupaten/kota tempat Anda tinggal.

  2. Bagi dengan Tarif Golongan: Nilai sisa yang diperoleh kemudian dibagi dengan harga tarif per kWh yang berlaku untuk golongan listrik Anda.

  3. Hasil Akhir: Angka yang keluar adalah jumlah energi listrik dalam satuan kWh yang langsung bertambah pada stroom meter begitu kode token diinput.

Baca Artikel Asli