MERAHPUTIH.COM - PT PLN (Persero) resmi memulai babak baru kepemimpinan. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (14/10) malam, Suroso Isnandar resmi diangkat menjadi direktur utama menggantikan Darmawan Prasodjo.
Keputusan strategis ini mengonfirmasi arah masa depan PLN yang kian fokus pada ketahanan energi dan akselerasi hijau. Penunjukan Suroso Isnandar membawa angin segar bagi industri ketenagalistrikan nasional.
Surono dikenal luas sebagai sosok teknokrat murni dengan rekam jejak mentereng dan pengalaman panjang lebih dari tiga dekade di sektor energi.
Pria kelahiran Klaten, 12 Agustus 1971, ini bukanlah orang baru di lingkungan PLN. Ia merintis jalurnya dari level teknis terbawah hingga akhirnya dipercaya memegang tongkat estafet kepemimpinan tertinggi di perusahaan pelat merah tersebut.
Sebelum ditunjuk sebagai direktur utama, Suroso menduduki posisi penting sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PLN sejak Juni 2025.
Baca juga:
Darmawan Prasodjo Dicopot dari Dirut PLN, Suroso Isnandar Jadi Pengganti Sementara
Untuk memastikan keberlanjutan proyek-proyek strategis nasional, saat ini ia masih merangkap jabatan tersebut hingga pejabat definitif baru ditetapkan. Perjalanan karier profesional Suroso terbilang komprehensif.
Ia sempat mengasah kemampuannya di industri energi internasional dengan bekerja di ScottishPower Generation, Skotlandia.
Sekembalinya ke Tanah Air, dedikasinya di PLN terus menanjak melalui berbagai posisi krusial, di antaranya:
• General Manager of PT PLN UIKL Sulawesi (2019–2021): Mengawal keandalan sistem pembangkitan dan penyaluran wilayah Sulawesi.
• GM Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, Bali (2021–2022): Menjaga pasokan listrik di wilayah dengan konsumsi energi terbesar di Indonesia.
• Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi (2022–2023): Menjadi arsitek utama di balik transformasi digital internal PLN, termasuk memperkuat ekosistem aplikasi PLN Mobile.
• Direktur Manajemen Risiko (2023–2025): Menyusun mitigasi dan strategi ketahanan korporasi sebelum akhirnya bergeser ke sektor Manajemen Proyek dan EBT.
Sebagai direktur utama yang baru, ia memikul tanggung jawab besar untuk menjaga keandalan pasokan listrik nasional, mengawal transisi energi bersih, serta merealisasikan target-target besar Indonesia menuju net zero emission.
Dengan kombinasi keahlian teknis, pengalaman manajerial, dan pemahaman mendalam di bidang EBT, Suroso dinilai menjadi sosok yang paling tepat untuk menakhodai PLN menghadapi tantangan global.(asp)
Baca juga:
PLN Batam Bantah Isu Blackout Sengaja Direncanakan 3 Hari, Listrik Dijatah 6 Jam