MerahPutih.com - Komisi V DPR RI turut menyoroti kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang Line di Bekasi Timur yang menewaskan 14 orang hingga saat ini.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda menilai kecelakaan tersebut dipicu masalah di perlintasan sebidang, termasuk kendaraan mogok yang berada di jalur rel.
“Kita masih punya PR besar soal perlintasan sebidang,” kata Huda saat dihubungi awak media, Selasa (28/4).
Baca juga:
Korban Tewas Tabrakan Maut Kereta Bekasi Tembus Belasan, Jadi 14 Orang
PR Besar Infrastruktur Perlintasan Rel Sebidang
Huda mengungkapkan jumlah perlintasan sebidang di Indonesia sangat banyak, terutama di jalur padat seperti Jakarta–Surabaya. Namun, lanjut dia, pengelolaannya belum optimal.
Menurutnya, tidak semua perlintasan memiliki petugas, serta kondisi jalan yang tidak rata dengan rel juga sering menyulitkan kendaraan melintas. “Sering kita temukan kendaraan susah lewat dan bisa mogok di lintasan,” ujarnya.
Pimpinan Komisi V itu mengatakan DPR akan melakukan evaluasi atas kejadian ini. Namun, pihaknya menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Kita tunggu hasil investigasi agar pembahasannya komprehensif,” katanya.
Baca juga:
Evakuasi Korban Kecelakaan KRL vs Argo Bromo Anggrek, Tim SAR Potong Gerbong Kereta
Ajak Relawan Jaga Perlintasan Sebidang
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan, kecelakaan kereta api di Indonesia kerap terjadi di perlintasan sebidang. Karena itu, pembenahan harus menjadi prioritas.
Dalam jangka pendek, Huda mendorong penempatan petugas di setiap perlintasan. Jika belum memungkinkan, dia mengusulkan keterlibatan relawan dari pemerintah daerah.
Menurut Huda, keberadaan petugas bisa membantu mengatasi situasi darurat, seperti kendaraan mogok di rel, agar segera dievakuasi. “Yang penting ada petugas atau relawan yang memastikan lintasan aman,” tandasnya. (Pon)