MerahPutih.com - Rusia menegaskan komitmennya untuk tetap memasok minyak dan gas ke Indonesia meski menghadapi sanksi baru dari Uni Eropa.
“Kami siap memasok minyak dan gas kepada teman-teman kami, dan Indonesia adalah salah satu mitra strategis. Jadi, kami mengikuti perjanjian-perjanjian ini,” kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, kepada awak media, dikutip Antara, Rabu (6/5).
Baca juga:
Bahlil Lapor Prabowo, Berhasil Amankan Pasokan Minyak Dari Rusia
Sanksi Uni Eropa ke Rusia
Uni Eropa pada 23 April lalu mengumumkan paket sanksi baru terhadap Rusia yang mencakup 36 daftar sektor energi, termasuk eksplorasi, ekstraksi, penyulingan, dan transportasi minyak.
Dua pelabuhan Rusia, Murmansk dan Tuapse, serta Terminal Minyak Karimun di Indonesia, masuk dalam daftar karena dianggap terkait penghindaran sanksi.
Baca juga:
Rusia dan Ukraina Umumkan Gencatan Masing Masing Selama 2 Hari di Waktu Berbeda
Kepada media di Jakarta, Tolchenov menilai sanksi Uni Eropa terhadap negaranya itu ilegal. “Hanya Dewan Keamanan PBB yang dapat menerapkan sanksi terhadap negara berdaulat,” imbuhnya.
Meski begitu, Tolchenov menegaskan komitmen kesepakatan energi antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan mitra di Moskow yang sudah tercapai harus dijaga.
Untuk itu, Tolchenov memastikan negaranya akan memenuhi kesepakatan yang sudah diteken kedua belah pihak. “Sekarang kita hanya perlu melihat bagaimana cara mengimplementasikan kesepakatan-kesepakatan tersebut,” tandasnya.
Baca juga:
Diam Diam AS Cari Cara Berikan Sanksi Anyar ke Iran dan Rusia
Indonesia Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia
Pada 2 Mei lalu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan impor minyak mentah dari Rusia merupakan bagian dari strategi menjaga pasokan energi nasional.
Kesepakatan yang dicapai dalam kunjungan satu hari rombongan Presiden Prabowo itu, berupa komitmen impor sebesar 150 juta barel minyak dari Rusia yang akan dilakukan bertahap hingga akhir 2026. (*)