Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Strategi Investasi Kripto Saat Bear Market Agar Tetap Cuan Maksimal

Angga Yudha Pratama - Jumat, 10 April 2026

Merahputih.com - Pasar kripto selalu bergerak dalam siklus yang dinamis, termasuk fase penurunan harga yang signifikan atau yang populer dengan sebutan bear market. Meski kondisi ini sering memicu kepanikan massal, investor berpengalaman justru memanfaatkannya sebagai momentum emas untuk akumulasi aset.

Dikutip dari Pintu Academy, bear market merupakan kondisi pasar saat harga aset turun drastis dalam periode panjang, biasanya lebih dari 20% dari titik tertinggi.

Baca juga:

4 Tips Tetap Profit saat Bear Market untuk Investor Kripto

Tekanan jual ini umumnya muncul setelah aset mencetak rekor harga tertinggi baru (All-Time High) yang kemudian diperparah oleh faktor makroekonomi serta ketegangan geopolitik global.

Memahami Siklus Empat Tahunan dan Bitcoin Halving

Secara historis, pergerakan harga aset digital sangat terikat dengan siklus empat tahunan yang berpusat pada peristiwa Bitcoin halving.

Fenomena berkurangnya imbalan penambang sebesar 50 persen ini biasanya memicu fase akumulasi sebelum harga merangkak naik menuju siklus baru.

Aset yang mampu bertahan relatif lebih baik dari Bitcoin saat pasar melemah biasanya merupakan kandidat akumulasi yang menarik.

Proteksi Modal Melalui Strategi Dollar-Cost Averaging

Prioritas tertinggi bagi setiap investor saat pasar memerah adalah menjaga modal agar tidak tergerus habis. Salah satu metode yang terbukti efektif secara objektif adalah Dollar-Cost Averaging (DCA). Melalui skema ini, investor membeli aset secara rutin dalam jumlah tetap tanpa mempedulikan fluktuasi harga harian.

Simulasi menunjukkan bahwa investor yang melakukan DCA selama pasar lesu di tahun 2022 memiliki harga rata-rata pembelian yang jauh lebih kompetitif dibandingkan mereka yang melakukan pembelian sekaligus (all-in) di harga tinggi.

Baca juga:

Potensi Pasar Kripto Indonesia di Tengah Bear Market

Selain menjaga psikologi, investor wajib mempertajam analisis fundamental dan teknikal selama masa tunggu. Mempelajari metrik on-chain seperti MVRV Z-Score membantu mengidentifikasi zona harga yang sudah terlalu murah (undervalue).

Bagi trader yang memiliki profil risiko tinggi, fitur perdagangan derivatif seperti short selling di Pintu Futures juga menawarkan peluang keuntungan saat harga sedang merosot, asalkan tren penurunan telah terkonfirmasi secara teknikal.

Baca Artikel Asli