MerahPutih Nasional - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mencabut status bahaya gempa berpotensi tsunami di 15 daerah pesisir di daerah Sumatera. Namun, warga Kota Padang, Sumatera Barat masih trauma.
Pihak kepolisian setempat mengimbau warga yang mengungsi agar kembali ke rumah karena peringatan dini tsunami telah dicabut.
"BMKG telah mencabut peringatan tsunami. Warga yang meninggalkan rumah, silakan untuk kembali karena keadaan sudah aman," imbau personel kepolisian setempat melalui alat pengeras suara dari mobil patroli di kawasan Kampus Universitas Andalas (Unand), Limau Manis, Rabu (2/3) seperti dikutip Antara News.
Sementara itu Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap tenang.
"Pusat gempa cukup jauh mencapai 600 kilometer dari Mentawai, bagi yang masih mengungsi sementara harap bersabar dulu, pastikan kondisi benar-benar aman," katanya. "Bagi yang hendak kembali ke rumah silahkan tapi tetap hati-hati," imbuh Irwan.
Pascapengumuman, sejumlah kendaraan mulai meninggalkan Kampus Unand. Arus lalu-lintas kendaraan di sekitar Kampus Unand terpantau padat. Ratusan mahasiswa yang indekos di Pasar Baru Kelurahan Cupak Tangah Padang masih banyak yang berkumpul di pinggir jalan sambil memantau keadaan. Unand menjadi salah satu tujuan mengungsi warga Padang karena berada di perbukitan dan jauh dari zona merah tsunami.
BACA JUGA: