MerahPutih.com - Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Senin (8/6) pukul 06.37 WIB.
Getaran kuat yang berpusat di kedalaman 105 km itu memicu kewaspadaan tinggi di enam provinsi pesisir, termasuk wilayah yang berjarak jauh dari episenter.
Episenter gempa tercatat berada di koordinat 5,69 derajat lintang utara dan 125,05 derajat bujur timur, tepat di laut lepas sebelah timur Pulau Sangihe yang berbatasan langsung dengan Filipina.
Baca juga:
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami di Sulawesi Utara hingga Kalimantan Timur
Meski tidak langsung menghantam daratan, tetapi kekuatan dan kedalaman gempa membuat BMKG menetapkan status peringatan tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur.
Data BMKG menyebutkan, pusat gempa berada sekitar 236 km barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe. Gempa tersebut berpotensi memicu tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.
Peringatan Dini Tsunami, telah terjadi gempabumi dengan kekuatan:7.7, lokasi: 236 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT.
tulis keterangan BMKG
Daerah yang masuk dalam peringatan dini tsunami meliputi Gorontalo, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.
Baca juga:
Masyaraka Diminta Jauhi Kawasan Pantai
Masyarakat yang berada di wilayah pesisir yang berpotensi terdampak diimbau tetap tenang, tidak panik, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan instansi terkait.
Warga juga diminta menjauhi kawasan pantai untuk sementara waktu hingga ada informasi lebih lanjut dari otoritas berwenang.
Sampai berita ini dibuat, pemantauan terhadap potensi tsunami masih terus dilakukan oleh pihak terkait. (knu)