Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Simbol Kehadiran Negara di Perbatasan, Kemenag Kirim 2.000 Dai ke Wilayah 3T untuk Perkuat Spiritual dan Wawasan Kebangsaan

Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Februari 2026

Merahputih.com - Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama menerjunkan lebih dari 2.000 dai dan daiyah ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di seluruh Indonesia guna memperkuat spiritualitas masyarakat selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor yang sudah berjalan selama lima tahun terakhir.

Partisipasi aktif berasal dari Direktorat Penais sebagai koordinator, dai lokal rekrutan Kemenag, organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga kalangan pesantren.

Baca juga:

Tragedi Siswa SD di NTT, Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional

"Program ini sejak diinisiasi lima tahun lalu memang bersifat kolaboratif. Direktorat Penais berfungsi sebagai koordinator. Pesertanya terdiri atas koordinator dari Penais, dai dan daiyah yang direkrut Kementerian Agama di wilayah setempat, partisipasi ormas yang memiliki program Dai 3T, serta beberapa pesantren," ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Jumat (13/2).

Lonjakan Signifikan Jumlah Personel

Data menunjukkan peningkatan kuantitas dai yang dikirimkan tahun ini naik drastis dibandingkan periode sebelumnya. Jika pada tahun lalu Kemenag mengirimkan sekitar 900 hingga 1.000 dai, maka tahun 2026 ini jumlahnya menembus angka lebih dari 2.000 personel.

Kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan dari otoritas wilayah setempat serta antusiasme masyarakat yang luar biasa terhadap kehadiran para penceramah.

Pihak kementerian juga memfasilitasi kebutuhan logistik dan transportasi untuk menjangkau titik-titik krusial di perbatasan.

Meskipun tidak ada paket bantuan fisik tahun ini karena efisiensi anggaran, kehadiran fisik para dai menjadi prioritas utama sebagai representasi kehadiran negara di pelosok negeri.

Misi Penguatan Al Quran dan Ekoteologi

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis M. Hanafi, menekankan bahwa fokus utama pengiriman ini adalah penguatan iman serta pengajaran Al Quran.

Selain itu, para dai membawa misi khusus mengenai ekoteologi, yakni pemahaman agama yang selaras dengan pelestarian lingkungan hidup sesuai realitas geografis wilayah 3T.

Baca juga:

DKI Jakarta-Cianjur Perkuat Kerja Sama Ketahanan Pangan Jelang Ramadan

"Karena wilayahnya 3T, para dai tentu menyesuaikan dengan kondisi dan realitas masyarakat setempat. Namun yang pasti, penguatan pengetahuan keagamaan dan pembelajaran Al Quran menjadi prioritas," jelas Muchlis.

Rencana pelepasan seremonial bagi para dai akan berlangsung pada 16 Ramadhan mendatang di hotel sekitar area bandara internasional untuk memudahkan mobilisasi di tengah masa libur.

Keberadaan para dai di daerah perbatasan menjadi simbol kuat bahwa negara tetap memperhatikan kesejahteraan batiniah warga di wilayah terjauh sekalipun.

Baca Artikel Asli