MerahPutih.com - Kementerian Agama (Kemenag) melakukan verifikasi arah kiblat di 725.669 titik lokasi melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam).
Verifikasi dilakukan dengan memanfaatkan fenomena Rashdul Qiblat, yakni saat matahari berada tepat di atas Ka'bah sehingga dapat digunakan sebagai acuan ilmiah untuk mengecek ketepatan arah kiblat.
"Kami mencatat ada 725.669 titik lokasi yang didaftarkan ikut dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026,” terang Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat di Jakarta, Sabtu (18/7).
Arsad menjelaskan, sebaran lokasi yang mengikuti gerakan nasional tersebut terdiri atas:
- 67.867 masjid
- 576.309 rumah
- 49.680 musala
- 233 restoran
- 114 hotel
- 31.466 lokasi lainnya
"Ini belum menghitung jika dalam satu titik itu virifikasi dilakukan di tiga atau lebih lokasi," ucapnya.
Pusat pemantauan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 berlangsung di Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ), Ciawi, Bogor.
Sebelumnya, Kemenag juga menggelar International Seminar on Islamic Astronomy yang menghadirkan narasumber pakar astronomi dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Baca juga:
Tindak Lanjuti Perpres Prabowo, Kemenag Susun Kurikulum Anti LGBT Pelajaran Agama SD-Kampus
Rashdul Qiblat Jadi Metode Ilmiah Penentuan Arah Kiblat
Fenomena matahari tepat berada di atas Ka'bah merupakan peristiwa astronomi yang terjadi dua kali setiap tahun.
Pada saat itu, sinar matahari berada tepat di titik zenit Ka'bah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Metode ilmiah tersebut dimanfaatkan untuk memverifikasi ketepatan arah kiblat di berbagai lokasi.
Pada 2026, fenomena Rashdul Qiblat dapat diamati pada 15–16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB dan 17.27 WITA.
Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus di tempat terbuka, kemudian mengamati arah bayangan yang terbentuk.
Garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Ka'bah dan dapat dijadikan acuan untuk mengecek ketepatan arah kiblat.
Alhamdulillah Gerakan Nasional Rashdul Kiblat ini disambut antusias dengan keikutsertaan ratusan ribu pendaftar yang ingin mempraktikkan langsung metode ini,
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat.
Tingkatkan Literasi Ilmu Falak
Kemenag menegaskan, Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 tidak hanya bertujuan memverifikasi arah kiblat, tetapi juga meningkatkan literasi masyarakat mengenai ilmu falak sebagai salah satu instrumen penting dalam pelayanan keagamaan.
Gerakan ini diharapkan menjadi momentum edukasi publik mengenai pentingnya ilmu falak sekaligus memperkuat akurasi arah kiblat di berbagai tempat ibadah maupun fasilitas umum. (Asp)

