Sebut Rupiah Anjlok Karena Banyak Kekayaan Indonesia di Luar Negeri, Prabowo: Harus Ada Perubahan

Sabtu, 01 September 2018 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - Calon Presiden Prabowo Subianto menyoroti lemahnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar yang mencapai angka Rp14.700 per Dolar AS. Prabowo menilai, nilai tukar rupiah terus melorot karena sebagian besar kekayaan bangsa ini berada di luar negeri.

"Mata uang kita lemah karena banyak kekayaan kita tidak tinggal di Indonesia, ini harus segera disadarkan," kata Prabowo usai menghadiri bedah buku "Paradoks Indonesia" di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8).

Menurutnya, hal ini dapat memicu ketimpangan yang ekstrim di tanah air. Sebab 45 persen kekayaan bangsa dikuasai hanya 1 persen dari rakyat. Sepuluh persen orang kaya menguasai hampir 75 persen kekayaan bangsa.

"Secara sistemik kekayaan kita tidak tinggal di Indonesia malah mengalir keluar. makanya ini harus ada perubahan," ucap dia.

Prabowo di Jalan Kertanegara
Prabowo dan SBY memberikan keterangan kepada awak media usai bertemu di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan (Foto: MP/Fadhli)

Terkait hal itu, mantan Danjen Kopassus ini menegaskan perlu adanya kesadaran dari seluruh elemen bangsa untuk mengadakan perubahan sistem ekonomi dan politik.

"Yang kita ingin lihat adalah suatu kesadaran dari segala lapisan bahwa kita akan mengadalan perbaikan sistem ekonomi, sistem politik supaya tidak terjadi kebocoran lagi, apalagi ekonomi sulit," kata dia.

Karenanya menurut dia, harus ada dorongan produksi dalam negeri untuk mengatasi berbagai krisis ekonomi bangsa.

"Jadi kita hanya bisa kalau mata uang kita kuat. maka ekonomi kita kuat kalau kekayaan kita tetap tinggal di Indonesia. itu prinsipnya," tukas Prabowo. (fdi)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan