MerahPutih.com - Sebanyak 90 KK atau 247 orang di Kelurahan Joyontakan, Kecamatan Serengan Solo, Jawa Tengah telah jalani rapid test massal di kampung setempat, Rabu (20/5).
Hasil rapid test sebanyak enam orang reaktif COVID-19. Rapid test massal dilakukan setelah adanya kasus tujuh orang terpapar COVID-19 usai ikut salat tarawih di masjid setempat dan adanya kasus dua bocah tertular corona setelah kontak langsung dengan pasien positif, yang diketahui merupakan kakek dari dua bocah itu sendiri.
Baca Juga:
Terus Meningkat, 50 Persen Pasien Positif Corona di Yogyakarta Sembuh
Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo Ahyani mengungkapkan, hasil pendataan ada sebanyak 247 orang di Kelurahan Joyontakan yang menjalani rapid test massal. Hasil rapid test menunjukkan enam warga reaktif.
"Untuk kepastiannya masih harus menunggu swab test dulu dari laboratoriun di RS UNS (Universitas Sebelas Maret)," kata Ahyani kepada Merahputih.com, Kamis (21/5).
Ahyani menjelaskan, sebanyak 247 orang yang tinggal satu kampung ini saat ini sedang menjalani karantina wilayah selama 14 hari yang berlaku mulai Sabtu (16/5). Sedangkan tujuh orang satu keluarga yang sebelumnya juga positif hasil rapid test dilakukan karantina mandiri karena tidak ada gejala. Sedangkan bocah berusia satu dan dua tahun yang juga terpapar corona dari kakeknya dirawat di rumah sakit.
Baca Juga:
Tinjau Penyaluran BST di Solo, Mensos: Sebelum Lebaran Harus Mencapai 8,3 Juta KK
Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Solo Siti Wahyuningsih mengatakan, pengambilan swab pada enam orang yang dinyatakan reaktif dari hasil rapid test akan segera dilakukan. Kondisi mereka saat ini di rumah dan sehat tidak ada gejala.
"Kita tetap lakukan tracing pada enam orang ini apakah pernah kontak langsung dengan pasien yang ikut salat tarawih atau tidak," tutur dia. (Ism)
Baca Juga:
39 Ribu Kepala Keluarga di Kabupaten Sleman Terima Bansos Tunai