Rute Desersi Bripda MR Gabung Tentara Bayaran: Dari China, Masuk Rusia, Dinas di Donbass
Sabtu, 17 Januari 2026 -
MerahPutih.com – Polda Aceh mengungkap rute pelarian oknum anggota Brimob, Bripda Muhammad Rio (MR), sebelum bergabung dengan tentara bayaran Rusia untuk berperang di Ukraina.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Polisi Joko Krisdiyanto, menyebut pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti berupa foto, video, data paspor, serta data perjalanan pesawat yang digunakan Bripda MR selama desersi.
Baca juga:
Jejak Hitam Bripda MR, Desersi Brimob Aceh yang Gabung Tentara Bayaran Rusia
Dari China Masuk Rusia
Berdasarkan data tersebut, Bripda MR tercatat melakukan perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Pudong, Shanghai (PVG), China pada 18 Desember 2025.
Tak berhenti di sana, dia melanjutkan penerbangan menuju Haikou Meilan sebagai titik transit sebelum akhirnya mendarat di wilayah kedaulatan Rusia dan menyeberang ke kawasan konflik Donbass.
“Menuju Bandara Internasional Haikou Meilan (HAK) pada 19 Desember 2025,” kata Joko, kepada wartawan, saat jumpa pers di Banda Aceh, Sabtu (17/1).
Hilang Kirim WA Jadi Tentara Bayaran Rusia
Bripda MR tercatat meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan satuan alias desersi sejak 8 Desember 2025, hingga akhirnya diketahui kini sudah bergabung dengan Angkatan Bersenjata Rusia dan bertugas di wilayah Donbass, kawasan konflik antara Rusia dan Ukraina.
Baca juga:
Bripda Rio Desersi Brimob Aceh Gabung Tentara Rusia Sudah Dipecat Tidak Hormat
Setelah hilang nyaris sebulan, 7 Januari 2026, Bripda MR mengirim pesan WhatsApp kepada anggota Provost Satuan Brimob Polda Aceh, Kasi Yanma, serta PS Kasubbagrenmin, berisi foto dan video dia sudah gabung divisi tentara bayaran Rusia.
”Serta menggambarkan proses pendaftaran hingga nominal gaji yang diterima dalam mata uang rubel yang dikonversi ke rupiah,” tandas Joko.
Sebelum menerima pesan tersebut, personel Siprovos Satbrimob Polda Aceh telah melakukan pencarian ke rumah orang tua maupun rumah pribadi MR. Selain itu, surat panggilan resmi juga dilayangkan dua kali, masing-masing pada 24 Desember 2025 dan 6 Januari 2026. (Knu)