MERAHPUTIH.COM - RUSIA akan membangun kilang minyak dan fasilitas penyimpanan (storage) sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional jangka panjang. Kebijakan ini akan menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM). Keputusan itu berdasarkan pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu di Moskow, Rusia.
“Telah disepakati bahwa kita akan mendapat dukungan dari Rusia," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, dikutip Sabtu (18/4).
Terkait dengan rencana investasi Rusia, pemerintah masih mematangkan skema kerja sama yang akan dilakukan melalui mekanisme antarpemerintah (government to government/G2G) maupun antarpelaku usaha (business to business/B2B). "Penyelesaiannya tunggu ada 1-2 putaran lagi dengan kami, khusus untuk menyangkut dengan kilang dan storage. Nanti baru kami akan sampaikan," ujar Bahlil yang juga Ketum Partai Golkar ini.
Bahlil menegaskan rencana proyek tersebut berbeda dengan pengembangan Kilang Tuban yang merupakan kerja sama PT Pertamina dan perusahaan Rusia, Rosneft Oil Company. Skala proyek yang dijajaki saat ini disebut tidak sebesar Kilang Tuban.
Baca juga:
Pertamina Jamin Teknologi Kilangnya Mampu Olah Minyak Mentah Rusia
Pembangunan kilang dan fasilitas storage dinilai krusial untuk meningkatkan kapasitas cadangan energi, memperkuat fleksibilitas pasokan, serta meredam dampak volatilitas pasar energi global terhadap pasokan dan harga domestik.
Saat ini, konsumsi BBM nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari atau setara 39-40 juta kiloliter per tahun. Adapun produksi minyak domestik baru sekitar 600 ribu barel per hari sehingga Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel per hari.
Untuk menekan impor, pemerintah mengandalkan peningkatan kapasitas kilang melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan serta implementasi mandatori biodiesel 50 persen (B50) mulai Juli 2026.(knu)
Baca juga:
Presiden Prabowo Resmikan Kilang Minyak Terbesar di Indonesia, Sentil Dirut Pertamina jangan Korupsi