Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Rusia-AS Sepakat Soal Investigasi Senjata Kimia di Suriah

Zulfikar Sy - Sabtu, 22 April 2017

Pemerintah Rusia dan Amerika Serikat sepakat mempelajari kemungkinan melakukan investigasi objektif bersama terhadap penggunaan senjata kimia di Provinsi Idlib, Suriah. Demikian kata Kementerian Luar Negeri Rusia, Jumat (21/4).

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menlu Amerika Serikat Rex Tillerson membahas masalah senjata kimia di Suriah saat keduanya mengadakan pembicaraan melalui saluran telepon. Demikian ungkap kementerian itu dalam suatu pernyataan.

Dalam pembicaraan telepon, Lavrov menyatakan bahwa Rusia menyayangkan penolakan Washington terhadap prakarsa negaranya pada Organisasi Pencegahan Senjata Kimia (OPCW) soal pengiriman penyelidik ke Suriah. Pengiriman ditujukan untuk memeriksa dugaan penggunaan gas sarin serta keberadaan bahan-bahan berbahaya di pangkalan udara Suriah, Shayrat.

"Kedua mitra (Menlu Rusia dan Menlu AS, red) sepakat untuk mengeluarkan perintah agar sekali lagi dipelajari kemungkinan (pembentukan) investigasi objektif terkait insiden tersebut di bawah pengawasan OPCW," demikian bunyi pernyataan.

OPCW (Organization for the Prohibition of Chemical Weapons) pada Kamis menyelenggarakan pertemuan untuk melakukan pemungutan suara terhadap usul yang diajukan oleh Rusia dan Iran menyangkut pembentukan segera investigasi penuh terhadap serangan kimia pada 4 April.

Menurut delegasi Inggris pada pertemuan OPCW, dewan eksekutif organisasi itu telah mencapai kesepakatan untuk menolak proposal yang ditawarkan Rusia dan Iran.

Selain membahas berbagai masalah bilateral, Lavrov dan Tillerson juga menyepakati permulaan dini pelaksanaan kelompok kerja bersama pada tingkat wakil menteri luar negeri. Kelompok kerja itu akan berupaya mencari cara untuk menghilangkan berbagai aspek yang mengganggu hubungan bilateral, menurut pernyataan tersebut.

Sumber: ANTARA

Baca Artikel Asli