MerahPutih.com - Saat penyampeian pesan atas perayaan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) pada 17 Agustus lalu, Presiden Vladimir Putin menyatakan harapannya untuk bertemu dengan Prabowo di Vladivostok pada awal September. Pertemuan tersebut diprediksi akan berlangsung di sela acara 11th Eastern Economic Forum (EEF).
Kedua pemimpin sempat bertemu pada April lalu saat Prabowo berkunjung ke Moskow, Rusia. Pertemuan yang berlangsung selama 5 jam tersebut membahas mengenai peningkatan kerja sama bilateral di bidang ekonomi, energi, antariksa, pertanian, industri, serta farmasi.
Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov memberikan sinyal akan adanya kesepakatan antara Indonesia dan Rusia yang ditandatangani di sela acara 11th Eastern Economic Forum (EEF) yang digelar di Vladivostok, Rusia, pada 1-4 September. Namun, ia meminta publik untuk menunggu pengumuman resmi terkait hal tersebut.
Saya sudah mendengar (terkait kesepakatan tersebut) – namun mohon bersabar (menunggu informasi resmi) – kemungkinan beberapa kontrak (kerja sama) akan ditandatangani di sela-sela Eastern Economic Forum ini,
ucap Dubes Tolchenov dalam media briefing di Jakarta, Rabu (26/8).
Ia menyatakan, pihaknya juga tengah mempersiapkan rencana pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden RI Prabowo Subianto di sela acara ekonomi tahunan di Rusia tersebut. Jika kedua pemimpin tersebut jadi bertemu, maka kemungkinan Sekretariat Presiden RI dan Administrasi Kepresidenan Rusia akan segera mengumumkan hal tersebut akhir pekan ini.
Tolchenov menuturkan bahwa Presiden Putin dan Presiden Prabowo selama ini rutin berkomunikasi dan berharap komunikasi yang terjalin dengan baik tersebut membantu memfinalisasi kesepakatan antara kedua negara dan membuahkan hasil nyata pada pertemuan di Vladivostok.
Jika pertemuan di Vladivostok jadi dilakukan, kedua pemimpin akan melanjutkan pembahasan mengenai upaya untuk meningkatkan kerja sama kita di semua bidang, termasuk terkait pasokan biji-bijian, minyak, dan pupuk,
ujar Tolchenov.