MerahPutih Keuangan - Perdagangan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) awal pekan ini menguat dibandingkan penutupan pada akhir pekan lalu. Penguatan ini dipengaruhi keputusan Bank Indonesia yang menurunkan BI Rate sebesar 25 bps ke 6,5 persen.
Menurut data Bloomberg, Senin (20/6), kurs rupiah terhadap dolar AS rupiah dibuka menguat di posisi Rp13.278 per dolar AS. Rupiah sempat melemah, tapi kemudian menguat Rp13.257 per dolar AS pada pukul 9:52 WIB. Rupiah menguat 82 poin atau 0,61 persen.
Gerak rupiah hari ini, day range nilai tukar rupiah di kisaran Rp13.252 per USD sampai dengan Rp13.287 per USD dengan year to date (YTD) return minus 3,26 persen.
Sementara mengutip data Yahoo!Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.245 per dolar AS. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level tertinggi di Rp13.338 per dolar AS dan level terendah di Rp13.255 per dolar AS.
Mengutip analisa Rangga Cipta dari Samuel Sekuritas, harga komoditas yang mulai naik lagi serta dolar index yang anjlok, ruang penguatan nilai tukar rupiah terbuka lebar. Keberpihakan BI terhadap target pertumbuhan dengan dipangkasnya BI rate di tengah minggu lalu juga menambah optimisme di dalam negeri.
"Akan tetapi negosiasi yang terlalu alot RUU Pengampunan Pajak bisa menghancurkan optimisme yang sudah terlanjur terbangun, penguatan rupiah bisa terganggu," kata Rangga.
BACA JUGA:
- Awal Pekan, Harga Emas Rp594.000 per Gram
- Perusahan Raksasa Tiongkok Jadi Bidikan Indonesia
- BKPM Dekati Investor dari Australia
- Bangun Pabrik Pemanis Buatan di Indonesia, Investor Tiongkok Anggarkan US$ 20 Juta
- Bertemu Menteri Denmark, Kepala BKPM Tawarkan Empat Sektor