Merahputih.com - Rumput hijau stadion bergemuruh keras menyambut langkah sang gelandang jenius berpostur tegap, Jude Bellingham. Bintang muda Real Madrid ini kembali mengukir tinta emas sejarah baru.
Keputusan pelatih Thomas Tuchel memasukkan Jude Bellingham dalam saat Inggris cukur Kroasia sukses menobatkan sang gelandang sebagai fenomena baru sepak bola modern.
Laga ini menasbishkan posisi Bellingham sebagai pemain Eropa termuda sepanjang sejarah tampil pada empat turnamen internasional berbeda. Pencapaian luar biasa tersebut terjadi saat usia sang pemain baru menginjak 22 tahun 353 hari.
Baca juga:
Harry Kane Cetak Sejarah Baru Saat Inggris Gilas Kroasia 4-2, Samai Rekor David Beckham
Pecahkan Rekor Musiala dan Lewati Para Legenda
Catatan fantastis ini sekaligus menumbangkan rekor milik bintang Jerman, Jamal Musiala (23 tahun 108 hari), tercipta empat hari sebelumnya saat menghancurkan Curaçao 7-1.
Kehadiran pemuda kelahiran Stourbridge di lapangan hijau menempatkan namanya melampaui deretan talenta emas lain seperti Pedri dari Spanyol serta Jérémy Doku asal Belgia.

Melalui penampilan ke-16 bersama Tiga Singa, Bellingham kini mengoleksi caps turnamen besar lebih banyak daripada legenda ikonik sepak bola Inggris.
Koleksi menit bermain level internasional sang gelandang terbukti melampaui pencapaian masa lalu milik Frank Lampard, Tony Adams, hingga Bryan Robson.
Berikut adalah data perbandingan performa serta rekor caps pemain Eropa sebelum usia 23 tahun:
-
Jude Bellingham (Inggris): 16 Penampilan Turnamen Mayor.
-
Bukayo Saka (Inggris): 15 Penampilan Turnamen Mayor.
-
Josko Gvardiol (Kroasia): 14 Penampilan Turnamen Mayor.
-
Pedri (Spanyol): 14 Penampilan Turnamen Mayor.
-
Cristiano Ronaldo (Portugal): 12 Penampilan Turnamen Mayor.
-
Michael Owen (Inggris): 12 Penampilan Turnamen Mayor.
Senjata Serbaguna Thomas Tuchel Berburu Trofi
Semenjak melakoni debut senior November 2020 pada usia 17 tahun 136 hari, Bellingham menjelma menjadi sosok paling fleksibel.

Kontribusi paling ikonik terlihat lewat gol salto dramatis menit ke-94 melawan Slovakia saat Euro 2024 silam. Gol telat tersebut tercatat sebagai gol regulasi paling akhir sepanjang sejarah keikutsertaan Inggris dalam Piala Eropa.
Baca juga:
Superkomputer Prediksi Inggris Menang, Tapi Jangan Pernah Remehkan Krosia si Pembunuh Raksasa
Fleksibilitas taktik menjadi keunggulan utama Bellingham bawah arahan Thomas Tuchel musim ini. Analisis menit bermain menunjukkan kemampuan sang pemain mengisi berbagai pos krusial lapangan tengah:
-
Gelandang Serang (No. 10): Menghabiskan 39 persen menit bermain.
-
Sayap Kiri: Mengisi koridor kiri sebesar 38 persen durasi laga.
-
Gelandang Bertahan / Tengah: Mengontrol ritme permainan sedalam 20 persen.
-
Sayap Kanan: Bergerak melebar membantu serangan sebanyak 3 persen.
Kemampuan istimewa menghubungkan lini tengah-depan, melakukan tusukan sentral, serta produktivitas gol tinggi menjadikan Bellingham tumpuan utama meraih trofi emas.
Publik Inggris kini menggantungkan harapan besar pada pundak sang pemain nomor 10 demi mengakhiri puasa gelar dunia.