Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Respon Iran Saat Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Blokade Selat Hormuz

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 April 2026

MerahPutih.com - Amerika Serikat menyatakan akan memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran dan Selat Hormuz mulai Senin pukul 14.00 GMT atau sekitar 21.00 WIB.

Langkah itu diambil setelah pembicaraan langsung antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4) berakhir tanpa kesepakatan alias buntu.

Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Senin (13/4) memperingatkan "tidak ada pelabuhan di Teluk dan Laut Oman yang akan aman" setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade lalu lintas kapal ke dan dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.

Keamanan pelabuhan di kawasan Teluk dan Laut Oman harus berlaku bagi semua pihak atau tidak sama sekali.

Baca juga:

AS Kecam Kritik Paus Leo XIV Terkait Perang di Iran

IRGC dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB, menganggap pembelaan hak hukum negara sebagai kewajiban sah, termasuk pelaksanaan kedaulatan atas perairan teritorial.

"Kapal-kapal yang berafiliasi dengan musuh akan dilarang melintasi Selat Hormuz, sementara kapal lain dapat melintas sesuai peraturan yang ditetapkan Iran.

IRGC menyatakan Iran akan menerapkan mekanisme permanen untuk mengendalikan Selat Hormuz, bahkan setelah perang.

"Pembatasan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap pergerakan maritim di perairan internasional adalah ilegal dan setara dengan pembajakan," sebut pernyataan itu.

Angkatan Laut AS akan memblokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz hingga semua pihak diizinkan masuk dan keluar.

"Saya juga telah menginstruksikan Angkatan Laut kami untuk mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang membayar upeti kepada Iran. Tidak ada pihak mana pun yang membayar bea masuk ilegal akan mendapatkan jalur aman di laut lepas," ucap Presiden AS Donald Trump.

Baca Artikel Asli