Respon Iran Saat Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Blokade Selat Hormuz

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 13 April 2026
Respon Iran Saat Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Blokade Selat Hormuz

Ketegangan Iran-Israel mengancam Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak dan LNG dunia. (Foto: YouTube/Dawn News English)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Amerika Serikat menyatakan akan memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran dan Selat Hormuz mulai Senin pukul 14.00 GMT atau sekitar 21.00 WIB.

Langkah itu diambil setelah pembicaraan langsung antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4) berakhir tanpa kesepakatan alias buntu.

Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Senin (13/4) memperingatkan "tidak ada pelabuhan di Teluk dan Laut Oman yang akan aman" setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade lalu lintas kapal ke dan dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.

Keamanan pelabuhan di kawasan Teluk dan Laut Oman harus berlaku bagi semua pihak atau tidak sama sekali.

Baca juga:

AS Kecam Kritik Paus Leo XIV Terkait Perang di Iran

IRGC dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB, menganggap pembelaan hak hukum negara sebagai kewajiban sah, termasuk pelaksanaan kedaulatan atas perairan teritorial.

"Kapal-kapal yang berafiliasi dengan musuh akan dilarang melintasi Selat Hormuz, sementara kapal lain dapat melintas sesuai peraturan yang ditetapkan Iran.

IRGC menyatakan Iran akan menerapkan mekanisme permanen untuk mengendalikan Selat Hormuz, bahkan setelah perang.

"Pembatasan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap pergerakan maritim di perairan internasional adalah ilegal dan setara dengan pembajakan," sebut pernyataan itu.

Angkatan Laut AS akan memblokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz hingga semua pihak diizinkan masuk dan keluar.

"Saya juga telah menginstruksikan Angkatan Laut kami untuk mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang membayar upeti kepada Iran. Tidak ada pihak mana pun yang membayar bea masuk ilegal akan mendapatkan jalur aman di laut lepas," ucap Presiden AS Donald Trump.

#Iran #Selat Hormuz #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Bagikan