Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Rasional Tinggalkan Prabowo, Demokrat dan PAN Disarankan Pisah Baik-Baik

Wisnu Cipto - Senin, 10 Juni 2019

MerahPutih.com - Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf butuh koalisinya kuat untuk mengamankan kebijakan di parlemen. Posisi PAN dan Partai Demokrat strategis untuk koalisi Jokowi-Ma'ruf lima tahun kedepan demi mengamankan berbagai kebijakan agar disetujui di parlemen. Sebaliknya, bergabung dengan koalisi Jokowi menjadi pilihan rasional bagi kedua partai itu.

"Tidak mungkin partai politik ingin kalah dan menderita, lalu mati-matian ada dalam barisan oposisi," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin, dilansir dari Antara, Senin (10/6).

Agus Harimurti Yudhoyono dan keluarganya saat bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Twitter @Fadjroel)
Agus Harimurti Yudhoyono dan keluarganya saat bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Twitter @Fadjroel)

Menurut dia, Jokowi-Ma'ruf memiliki kepentingan untuk mengamankan kebijakan-kebijakan pemerintah dan menjaga stabilitas politik dalam lima tahun kedepan. Artinya, lanjut dia, apabila jumlah partai politik dalam koalisi pemerintah bertambah kuat dengan bergabungnya PAN dan Demokrat, maka stabilitas politik juga bisa terjaga.

"Berbeda jika oposisi yang kuat, maka politik bisa saja akan gaduh terus kedepannya," ujar dosen Universitas Al-Azhar Indonesia itu.

BACA JUGA:

Target Jangka Panjang Demokrat, Duetkan AHY-Puan di Pilpres 2024

Keponakan Prabowo Angkat Bicara Soal Wacana Duet AHY-Puan di Pilpres 2024

Ujang menjabarkan apabila sebuah parpol kalah maka keinginan untuk bergabung kepada yang menang itu akan semakin besar karena yang dikejar memang kekuasaan untuk kepentingan Pemilu berikutnya.

"Kemungkinan Demokrat dan PAN untuk bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf sangat terbuka," tutur pengamat politik itu.

Prabowo Subianto saat bertakziah ke Puri Cikeas dan disambut SBY
Prabowo saat bertakziah ke Puri Cikeas disambut Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Foto: antaranews)

Sebaliknya, kata Ujang, apabila Demokrat dan PAN bermain di wilayah tengah atau tidak mendukung salah satu pihak, maka akan tertinggal jauh dan tidak bisa menikmati kekuasaan.

"Tapi apabila Demokrat dan PAN ingin keluar dari koalisi Prabowo-Sandi, harus dengan cara-cara halus dan baik. Bukan dengan cara-cara saling menyalahkan," tutup Ujang. (*)

BACA JUGA: BPN Persilahkan Demokrat Keluar dari Koalisi Prabowo Sandi

Baca Artikel Asli