Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

PT KAI Habiskan 119,44 Juta Liter BBM Bersubsidi, Mulai Beralih ke B50

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026

MerahPutih.com- PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggunakan 119,44 juta liter bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga 13 Juli 2026. Angka tersebut setara 55,73 persen dari total kuota tahunan sebesar 214,34 juta liter, dengan hampir 90 persen di antaranya digunakan untuk mengoperasikan layanan kereta api penumpang.

Data KAI menunjukkan realisasi penggunaan BBM bersubsidi mencapai 119.442.914 liter, sehingga masih tersedia 94.899.086 liter atau 44,27 persen dari kuota tahun 2026. Dari total konsumsi tersebut, 106.370.771 liter atau 89,06 persen digunakan untuk layanan kereta api penumpang.

Sisanya dimanfaatkan untuk mendukung angkutan logistik seperti peti kemas, parcel, semen, dan klinker sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan penggunaan BBM bersubsidi dikelola melalui sistem pengendalian yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap peruntukannya. Setiap liter BBM bersubsidi merupakan amanah yang harus dikelola secara tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga:

PT KAI Bukukan Keuntungan Rp 2,28 Triliun, Kas Dari Pelanggan Rp 28,59 Triliun

Data penggunaan dipantau berdasarkan kuota, realisasi, sisa kuota, jenis layanan, serta wilayah operasi,

ujar Anne kepada wartawan di Jakarta dikutip Selasa (21/7).

Berdasarkan wilayah operasi, konsumsi BBM bersubsidi terbesar tercatat di Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya sebanyak 26,64 juta liter. Kemudian Daop 1 Jakarta sebesar 26,26 juta liter, serta Daop 6 Yogyakarta sebanyak 13,08 juta liter.

Selain BBM bersubsidi, KAI juga mencatat penggunaan 20.673.801 liter BBM nonsubsidi atau 52,88 persen dari target tahunan. Dengan demikian, total konsumsi BBM KAI, baik subsidi maupun nonsubsidi, mencapai 140,12 juta liter hingga pertengahan Juli 2026.

Di sisi lain, KAI mulai menerapkan penggunaan biodiesel B50 secara bertahap pada armada diesel sejak 1 Juli 2026.

Penerapan dilakukan setelah melalui pengujian teknis dan akan terus dipantau untuk memastikan keandalan sarana, efisiensi bahan bakar, serta keselamatan perjalanan tetap terjaga,

tutup Anne.
Baca Artikel Asli