Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Progres Pembangunan Pusat Data Nasional Rp 2,7 Triliun di Cikarang

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Juni 2024

MerahPutih.com - Pusat Data Nasional Sementara 2 yang berlokasi di Surabaya, yang mengalami serangan siber ransomware Brain Cipher. Kondisi itu, membuat layanan public terutama keimigrasiaan terganggu.

Sementara, saat ini Indonesia tengah membangun Pusat Data Nasional (PDN) di Cikarang, Jawa Barat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria memastikan pembabunan PDN terus berjalan. Tetapi adanya serangan pada PDNS 2 jadi pembelajaran bagi pemerintah.

"Akan evaluasi security system dan segala macamnya," kata Nezar di Jakarta, Senin.

Baca juga:

Penyerang Pusat Data Sementara Minta USD 8 Juta, Menkominfo: Tak Bakal Dipenuhi

Saat ini, pembangunan PDN Cikarang telah mencapai tiga progres. Progres yang pertama ialah penyediaan bahan yang disediakan baik dari dalam negeri maupun luar negeri saat ini sudah mencapai 29,43 persen.

Lalu untuk proses perancangan desain, saat ini sudah mencapai 73,53 persen. Terakhir untuk jasa instalasi saat ini sudah mencapai progres 33,15 persen.

PDN Cikarang didirikan dengan skema G-to-G financing, dengan bantuan dari Pemerintah Prancis dengan pendanaan sebesar 164.679.680 Euro atau setara Rp 2,7 triliun.

Rencananya PDN Cikarang, Jawa Barat ditargetkan rampung pada perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2024 dan bakal diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Baca juga:

Situs PPDB hingga Imigrasi Down Imbas Gangguan Pusat Data Nasional Kominfo

Kasus serangan siber yang dialami di PDNS 2 akan dijadikan pembelajaran untuk pengelolaan pusat data dan para pemilik data di Indonesia mengingat serangan siber ini merupakan varian terbaru dari Lockbit 3.0 yang baru muncul baru-baru ini.

"Ini juga sekaligus jadi lesson learn bagi memitigasi kemungkinan bisa terjadi. ini pentingnya. Ini sedang berproses dan sudah mengetahui jenis serangan ini," kata Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian. (*)

Baca Artikel Asli