Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Produsen Siomai Kena Dampak Pemusnahan Masif Ikan Sapu-Sapu Oleh Pemprov DKI

Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 April 2026

Merahputih.com - Aroma gurih siomai kerap menggoda selera pejalan kaki di penjuru kota Jakarta. Namun, di balik kelezatan siomai, tersimpan ancaman tersembunyi dari perairan tercemar.

Meledaknya populasi ikan sapu-sapu di sungai-sungai ibu kota memicu kekhawatiran mengenai praktik curang penggunaan bahan baku ilegal berbahaya dalam pembuatan siomai.

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan kini memperketat pengawasan pangan guna memastikan siomai atau penganan lainnya yang berbahan dasar ikan bebas dari paparan logam berat.

Baca juga:

Perburuan Ikan Sapu-sapu di Sungai Ciliwung: Mengatasi Spesies Invasif di Jakarta

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, menegaskan langkah inspeksi mendadak akan menyasar berbagai titik distribusi hingga rumah produksi.

"Setiap bulan kami sebenarnya melakukan pengawasan pangan terpadu. Ke depan, pengawasan itu juga akan kami arahkan untuk menelusuri kemungkinan penggunaan ikan sapu-sapu, termasuk hingga ke rumah-rumah produksi siomai," ujar Ridho, Senin (20/4).

Ancaman Merkuri dan Timbal Jangka Panjang

Langkah antisipatif ini muncul karena sifat alami ikan sapu-sapu mampu mengonsumsi berbagai material di perairan tercemar. Kondisi tersebut membuat tubuh ikan mengandung konsentrasi logam berat tinggi seperti merkuri serta timbal.

Mengonsumsi daging ikan hasil tangkapan sungai tercemar berisiko merusak organ tubuh manusia secara perlahan.

"Dampak logam berat seperti merkuri dan timbal tidak langsung terasa. Namun, dalam jangka panjang dapat memicu berbagai penyakit, termasuk kanker," terang Ridho.

Edukasi dan Peran Aktif Masyarakat

Meski sosialisasi terus berjalan, Sudin KPKP tetap mewaspadai keberadaan oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan harga murah ikan sapu-sapu demi keuntungan pribadi. Selain memperketat pengawasan, pemerintah setempat mengintensifkan edukasi agar warga memahami kriteria pangan sehat dan aman konsumsi.

Baca juga:

Kontroversi Penguburan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, MUI Soroti Dugaan Penyiksaan

Pemerintah turut mengundang masyarakat berpartisipasi dalam skema pengawasan lingkungan. Warga diminta segera melapor kepada aparat setempat jika menemukan indikasi peredaran atau pengolahan daging ikan sapu-sapu untuk konsumsi manusia.

"Harapan kami, dengan pengawasan pangan ketat di Jakarta, kesehatan masyarakat dapat semakin terjamin dan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta Selatan dapat dikendalikan," pungkas Ridho.

Baca Artikel Asli