APAKAH kamu acap menunda pekerjaan utama demi mengerjakan hal lain yang bukan prioritas? Jika iya, itu berarti kamu melakukan productive procrastination. Seperti disebut Psychology Today, productive procrastination berarti melakukan hal lain yang bermanfaat sambil menunda pekerjaan prioritas yang penting.
Productive procrastination bisa dianggap bermanfaat dalam beberapa momen. Meski demikian, hal ini bisa menyebabkan berbagai masalah karena meninggalkan pekerjaan prioritas. Productive procrastination dapat membantu orang menyelesaikan lebih banyak pekerjaan daripada tidak melakukan apa-apa. Itu berarti ia masih produktif, tapi tak mengutamakan pekerjaan prioritas.
BACA JUGA:
Procrastination, Menunda Pekerjaan yang Bikin Hidup jadi Berat
“Ketika saya menyelesaikan sesuatu, tugas pertama yang saya lakukan ialah mengumpulkan semua materi dan informasi. Setelah itu, saya mengatur ruang untuk membuat waktu khusus agar bisa lebih produktif,” ucap salah seorang pengidap ADHD, Jaden, kepada Psychology Today.
Tak hanya itu, seperti dikutip dari Instagram USS Feeds, kamu bisa melakukan hal itu dengan dua cara seperti tetap produktif dan bikin perkembangan. Hal itu menjadi sebuah motivasi agar tugas prioritas menjadi tetap ditangani dengan baik.
Productive procrastination setidaknya menyelesaikan sesuatu yang bermanfaat dan membuat beberapa kemajuan sambil menunda hal lain. Misalnya, pelajar mengerjakan tugas lain walaupun bukan yang segera dikumpulkan. Hal itu masih tergolong produktif daripada menghabiskan waktu untuk bermain media sosial.
Contoh lain productive procrastination yang produktif saat seseorang cenderung menunda tugas yang dianggap tidak menyenangkan. Bisa saja itu mendorong diri untuk menyelesaikan tugas itu pada lain waktu jika memungkinkan.
BACA JUGA:
Melakukan hal itu pastinya memiliki dampak yang positif, tetapi ada juga dampak negatif yang ditimbulkan. Seperti saat mengerjakan hal lain untuk menghindari tugas yang lebih susah, itu membuat kamu menjadi terlihat lebih rajin dan produktif tanpa disadari. Dengan apa yang kamu sedang lakukan, hal yang menjadi tujuan utama dengan membedakan yang diprioritaskan, direncanakan, dan didelegasikan.
Seperti dikabarkan Psychology Today, mengendalikan productive procrastination tergantung kemauan dari diri dan kemampuan untuk mengutamakan pekerjaan. Orang perlu mengelola kecemasan dan pikiran berlebihan untuk mencermati hal penting agar mampu memilah yang lain.
Mempelajari cara berkerja yang disukai untuk menyelesaikan tugas menjadi kunci untuk mengurangi pola itu. Beberapa orang suka melakukan tugas yang lebih kecil untuk membuka jalan bekerja secara sungguh-sungguh sesudahnya. “Saya juga menyemangati diri sendiri dan mengingatkan bahwa tidak boleh cemas dan harus menyelesaikannya dengan baik,” ujar Kesley, responden untuk Psychology Today.
Oleh karena itu, cobalah merefleksikan kesibukan kamu selama ini. Apakah itu benar-benar prioritas atau justru kamu sedang melakukan productive procrastination.(dkr)
BACA JUGA: