Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pro Kontra Pengangkatan Ali Mochtar Ngabalin di Mata Ketua Komisi II DPR

Eddy Flo - Jumat, 25 Mei 2018

MerahPutih.Com - Pengangkatan Ali Mochtar Ngabalin sebagai Tenaga Ahli Utama Deputi IV Kantor Staf Presiden mengundang pro dan kontra di sejumlah kalangan. Bukan rahasia lagi, jika Ali Mochtar Ngabalin termasuk salah satu juru bicara Prabowo Subianto pada Pilpres 2014 silam.

Bukan hanya itu, mantan politikus PBB dan Partai Golkar ini terkenal vokal mengkritik pemerintahan Jokowi. Apalagi pada saat kasus Ahok, Ngabalin paling di depan mendesak proses hukum terhadap Ahok yang notabene wakil Jokowi saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Lantas, mengapa sekarang Ali Mochtar Ngabalin ditarik ke Istana? Bukankah hal berpotensi menjadi duri dalam daging bagi Presiden Jokowi?

Bagi Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali pengangkatan Ali Mochtar Ngabalin sudah tepat karena akan memperkuat komunikasi presiden ke kalangan Islam.

"Karena sebagus apa pun yang telah dikerjakan, tapi tidak ada yang mengomunikasikan ke pihak luar (masyarakat), tentu tidak akan tahu sudah berbuat apa. Pak Ali Mochtar Ngabalin diharapkan dapat memperkuat tim komunikasi," kata Amali dalam keterangannya di Jakarta, Kamis malam (24/5).

Presiden Jokowi bersama Ali Mochtar Ngabalin
Presiden Jokowi bersama Ali Mochtar Ngabalin (Foto: Biro Pers Setpres)

Dia menilai Ali Mochtar yang berlatar belakang ulama dan punya jaringan di kelompok muslim, akan bisa memperkuat komunikasi pemerintah ke berbagai kalangan.

Amali juga meyakini keputusan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menunjuk Ali didasarkan atas profesionalitas, diapresiasi sebagai manifestasi inklusifitas, dan bukan untuk kepentingan politis.

Penambahan jumlah personil di lingkaran dalam istana, menurut Amali, akan berbanding lurus dengan upaya penyebarluasan informasi tentang kinerja dan keberhasilan pemerintah.

"Itu tidak bisa dilakukan hanya dengan satu, dua, atau tiga orang saja. Masuknya Pak Ali Mochtar Ngabalin itu menambah kekuatan dan semakin bagus terinformasi ke bawah," ujarnya.

Menurut dia pengangkatan Ali tersebut berdasarkan rekam jejak yang bersangkutan selama ini yang terkenal memiliki jaringan yang luas dikalangan pesantren dan juga pernah menjadi anggota DPR sehingga jaringan politiknya luas.

Amali sebagaimana dilansir Antara mengatakan bahwa penempatan Ali tersebut bukan ditujukan untuk meredam serangan-serangan politik kepada pemerintah.

Presiden Jokowi dan Ali Mochtar Ngabalin
Presiden Jokowi dan Ali Mochtar Ngabalin di Istana Negara (Foto: Biro Pers Setpres)

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pengangkatan Ali Mochtar Ngabalin sebagai Tenaga Ahli Utama guna membantu Kantor Staf Presiden melakukan fungsi komunikasi politik kepada publik.

"Dia adalah politisi senior yang punya banyak pengalaman dan jaringan. Tugasnya adalah sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden. Bukan sebagai Juru Bicara Presiden atau Staf Khusus Presiden. Dia akan membantu mengomunikasikan apa yang sudah dikerjakan oleh Pemerintah. Sudah begitu banyak program dan kebijakan yang dibuat Pemerintah, dan memerlukan komunikasi kepada publik yang lebih luas," kata Moeldoko dalam siaran persnya, Rabu (23/5).

Terhitung sejak 1 Mei 2018, Kantor Staf Presiden mengangkat beberapa tenaga profesional baru, untuk memperkuat peran lembaga yang didirikan berdasarkan Peraturan Presiden No. 26/2015 ini, salah seorang tenaga profesional itu ialah Ali Mochtar Ngabalin, yang menempati posisi sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, di mana Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan dipimpin oleh Eko Sulistyo.

Ali Mochtar menjelaskan bahwa motivasinya masuk ke lingkar dalam Istana, hanya untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

"Anda harus redamkan seluruh kebencian, itu pikiranku. Karena itu saya mau datang ke sini," ujarnya.

Ngabalin memuji kinerja Presiden Jokowi dan para pembantunya sebagai pemerintahan yang selalu memikirkan nasib rakyat dan kepentingan bangsa. Karena itu dia mengajak semua semua pihak memberikan dukungan full kepada pemerintah demi menyelesaikan segala persoalan di masyarakat.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Dana Haji Sebesar Rp13 Triliun Dipakai untuk Investasi Proyek Pembangunan Dalam Negeri

Baca Artikel Asli