Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Presiden Prabowo Kunjungi Posko Pengungsian Nagekeo NTT, Warga Apresiasi Respons Pemerintah

Dwi Astarini - 38 menit lalu

MERAHPUTIH.COM - KEHADIRAN Presiden Prabowo Subianto di Posko Pengungsian Lapangan Berdikari, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8), menjadi momentum bagi para pengungsi dan relawan untuk menyampaikan langsung kondisi serta harapan masyarakat setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.

Di tengah aktivitas penanganan bencana, mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) yang turun menjalankan misi kemanusiaan menilai respons pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat terdampak berlangsung cepat.

Angelo, mahasiswa Undana yang berada di Posko Lapangan Berdikari Nagekeo, mengatakan langkah penanganan terlihat dari pendirian sejumlah posko hingga ketersediaan kebutuhan bagi para pengungsi.

"Untuk penanganan dari pemerintah sendiri, seperti yang kami lihat, di sini pemerintah sudah cukup cepat mengambil tindakan. Seperti mendirikan posko bencana seperti ini," kata Angelo.

Baca juga:

Bantuan Beras ke Korban Gempa NTT Capai Rp 139 Miliar, Dapat 5 Kg Per Jiwa Untuk 14 Hari Tanggap Darurat


Menurut dia, posko penanganan tidak hanya terdapat di satu lokasi. Berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat serta pengamatan selama berada di lapangan, sejumlah titik pengungsian juga telah disiapkan. "Sebelumnya, saya dengar-dengar dari warga katanya ada juga posko di salah satu tempat di dekat gereja. Lalu di masjid juga kami lihat ada beberapa posko yang dibangun. Seperti itu," ujarnya.

Angelo bersama mahasiswa lainnya telah berada di lokasi selama sekitar dua hari. Selama berada di Posko Lapangan Berdikari, dia melihat langsung distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak. Menurut Angelo, keterlibatan TNI, Polri, dan pemerintah daerah membuat kebutuhan dasar masyarakat di posko, terutama makanan dan air bersih, dapat terpenuhi.

"Jadi tanggapan kami setelah kami sampai langsung ke posko, kami melihat bahwa di sini pengungsinya sudah mendapatkan bantuan yang cukup dari TNI, Polri, maupun pemerintah setempat. Dengan begitu, para pengungsi di sini tidak kekurangan air bersih serta pasokan makanan," lanjutnya.

Dapur Umum Pasok Makanan untuk Warga


Dapur umum juga telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga. Para pengungsi memperoleh makanan mulai dari sarapan hingga makan malam. "Karena setelah kami sampai kurang lebih dua hari di sini, kami bisa melihat bahwa ada didirikannya dapur umum. Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan makanan langsung untuk makan siang dan juga makan malam, serta sarapan juga disiapkan oleh TNI maupun Polri untuk masyarakat di sini," ujarnya.

Apresiasi terhadap upaya pemerintah dalam menangani kondisi pascabencana NTT ini juga disampaikan warga terdampak yang kini tinggal di tenda pengungsian. Salah satunya dari Arif, warga Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Arif kini tinggal di tenda pengungsian karena rumahnya sudah rata dengan tanah akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 kala itu.

"Kalau dari hari pertama, (sekarang) sudah dua minggu karena hari pertama mengungsi kita lari di atas gunung dulu, baru pindah ke sini. Setelah bangun posko ini, kita semua pindah ke sini," tuturnya.

Di tengah kehilangan tempat tinggal, Arif masih menyimpan rasa syukur. Seluruh anggota keluarganya selamat. Tidak ada korban jiwa dari keluarganya, meski rumah mereka mengalami kerusakan parah. Ia mengapresiasi bantuan pemerintah yang menurutnya cepat tiba setelah bencana.

"Bantuan pemerintah cepat. Alhamdulillah cepat, kalau di keluarga tidak ada semua dibawa tidak ada korban, kalau rumah hancur semua," kata Arif.

Selama berada di pengungsian, kebutuhan pangan para pengungsi juga masih terpenuhi. Makanan tersedia tiga kali sehari sehingga Arif dan keluarganya dapat bertahan di tengah kondisi yang belum memungkinkan mereka kembali ke rumah.

"Biar tidak seperti ini. Biar bisa kami tinggal, terus sekarang ini rumah tidak bisa ditempati. Makanan Alhamdulillah masih bisa kami makan, bertahan sampai sekarang, Pak. Kalau makanannya baik. Kami makan tiga kali toh," timpal istri Arif yang ada di sebelahnya.(Pon)

Baca juga:

Semalam Menginap di Bali, Presiden Prabowo Bertolak Tinjau Korban Gempa NTT Hari Ini














Baca Artikel Asli