Presiden Jokowi Sebut Imunisasi Hukumnya Mubah dalam Islam
Selasa, 01 Agustus 2017 -
MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa melakukan imunisasi untuk menjaga kesehatan lebih banyak manfaat yang bisa didapat ketimbang mudharat yang diterima. Dalam Islam, sesuatu yang lebih banyak manfaatnya ketimbang mudharat hukumnya mubah.
"Fakta MUI juga siap menyampaikan bahwa ini mubah, artinya juga bahwa imunisasi ini manfaatnya jauh lebih banyak daripada mudharatnya," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah mencanangkan Kampanye Imunisasi Measles-Rubella (MR) yang dilaksanakan di MTs Negeri 10 Sleman yang terletak di Ngaglik Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Selasa (1/8).
Hal itu disampaikan untuk merespon penolakan dari sejumlah kalangan untuk mengikuti imunisasi karena dianggap ada unsur haram dalam vaksin yang diberikan untuk program imunisasi Measles-Rubella (MR).
Presiden memastikan hal itu tidak benar sehingga dalam waktu dekat ia akan meminta jajarannya untuk turun ke masyarakat menjelaskan perihal imunisasi itu.
Dalam kesempatan yang sama Presiden juga menyampaikan pemerintah berkomitmen kuat dalam mewujudkan eliminasi campak dan mengendalikan penyakit serta kecacatan bawaan, seperti kebutaan, ketulian, terganggunya fungsi otak, dan terganggunya fungsi jantung.
Presiden menargetkan tiga tahun lagi dari sekarang atau pada 2020, Indonesia bisa terbebas dari penyakit campak dan rubella.
Imunisasi MR merupakan program vaksinasi gratis untuk pencegahan penyebaran penyakit campak dan rubbela di Indonesia. Pelaksanannya akan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, pada Agustus dengan menyasar anak-anak di sekolah-sekolah. Tahap berikutnya, imunisasi MR yang akan dilaksanakan secara serentak pada September 2017 untuk balita.
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi berada di DI Yogyakarta untuk menghadiri acara Pencanangan Kampanye Imunisasi Campak - Rubella di Kelurahan Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Siang harinya, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan akan kembali ke Jakarta.
Di Jakarta, dua agenda telah menanti kehadiran Presiden, yakni untuk memimpin Rapat Terbatas tentang Evaluasi Implementasi Tingkat Komponen Dalam Negeri di Kantor Presiden dan malam nanti menghadiri Dzikir Kebangsaan “Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan” di Halaman Istana Merdeka.
Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Yogyakarta, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono dan Staf Khusus Presiden Johan Budi. (*)
Sumber: ANTARA/Biro Pers Setpres