Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

IHSG Hari Ini Terancam Longsor Akibat Aksi Ambil Untung,Kenaikan Suku Bunga The Fed Intai Pasar Obligasi

Angga Yudha Pratama - 2 jam, 37 menit lalu

Merahputih.com - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan akhir pekan menghadapi tantangan berat akibat faktor domestik dan global.

Para pelaku pasar memproyeksikan indeks saham domestik bergerak melemah terbatas akibat aksi profit taking menjelang libur akhir pekan.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Ngamuk Tembus Level 6.100 dan Parkir di Zona Hijau, Sentimen Positif S&P Global Selamatkan Muka Rupiah

Pada awal perdagangan, IHSG sebenarnya sempat merangkak naik 4,63 poin atau sekitar 0,08 persen menuju level 6.112,84.

Kelompok 45 saham unggulan alias Indeks LQ45 juga mencatatkan apresiasi tipis sebesar 0,31 poin atau 0,05 persen ke posisi 608,89. Namun, penguatan dini tersebut rawan terkoreksi akibat sentimen geopolitik luar negeri.

Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 6.000 sampai 6.220,

ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus.

Konflik Timur Tengah Katrol Harga Energi Global

Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran besar sektor suplai energi dunia.

Serangan AS terhadap basis militer Iran mendapat balasan berupa gempuran ke pangkalan militer sekutu di Kuwait serta Yordania.

Selain itu, blokade Selat Hormuz oleh kelompok Houthi Yaman memperparah jalur logistik minyak mentah global.

Kondisi keamanan jalur laut berimbas langsung pada pergerakan harga komoditas global

“Pelaku pasar dan investor mungkin akan menghadapi masa-masa sulit, terutama bagi IHSG dan pasar obligasi untuk bisa bangkit kembali,” ujar Nico.

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Ribuan Triliun

Kondisi ekonomi domestik turut mendapat sorotan tajam seiring rilis data keuangan terbaru dari Bank Indonesia. Laporan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada periode Mei 2026 menembus angka fantastis 462,4 miliar dolar AS.

Berdasarkan asumsi kurs Rp17.300 per dolar AS, total utang luar negeri tersebut kini menyentuh kisaran Rp8.000 triliun, atau tumbuh sebesar 2,1 persen secara tahunan (year on year).

Baca juga:

IHSG Sukses Melaju di Zona Hijau Bersama Bursa Saham Asia Sore Ini

Berikut rincian profil utang luar negeri serta perkembangan bursa saham global:

Meskipun nominal utang bertambah, struktur pembiayaan luar negeri nasional dinilai masih berada dalam batas aman. Dominasi utang jangka panjang meminimalisasi risiko gagal bayar atau refinancing risk dalam jangka pendek.

“Pelemahan Rupiah dan tingginya suku bunga global berpotensi meningkatkan beban pembayaran utang ke depan,” tutur Nico

Baca Artikel Asli