Prajurit TNI Hati-hati Gunakan Medsos

Kamis, 07 September 2017 - Thomas Kukuh

MerahPutih - Pihak TNI ternyata juga ikut memantau tentang tren penyebaran ujaran kebencian dan Hoax di media sosial seperti yang dilakukan kelompok Saracen. Para petinggi TNI pun meminta agar prajuritnya lebih berhati menggunakan media sosial.

‎”Saya terus memantau. Saya terus memberikan himbauan kepada prajurit untuk berhati-hati menggunakan media sosial, termasuk wartawan juga," kata Kadispenad Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh di Jakarta, Kamis (7/9).

Sejatinya, untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran ujaran kebencian terhadap TNI, kata Alfret, pihaknya sudah meminta kepada pihak Kepolisian dan Kemenkominfo untuk segera menutup atau memblokir situs-situs dan akun yang menyebarkan hoax dan ujaran kebencian.

‎"Kita tidak menghitung ada berapa situs tapi ada saja secara perorangan yang menggunakan atas nama pejabat ini pejabat itu," pungkasnya.

Dia pun mengapresiasi pihak kepolisian yang telah membongkar jaringan Saracen yang secara sistematis menyebarkan berita-berita hoax dan ujaran kebencian. (asp)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan