Prajurit TNI Hati-hati Gunakan Medsos
Ilustrasi. (Pixabay)
MerahPutih - Pihak TNI ternyata juga ikut memantau tentang tren penyebaran ujaran kebencian dan Hoax di media sosial seperti yang dilakukan kelompok Saracen. Para petinggi TNI pun meminta agar prajuritnya lebih berhati menggunakan media sosial.
”Saya terus memantau. Saya terus memberikan himbauan kepada prajurit untuk berhati-hati menggunakan media sosial, termasuk wartawan juga," kata Kadispenad Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh di Jakarta, Kamis (7/9).
Sejatinya, untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran ujaran kebencian terhadap TNI, kata Alfret, pihaknya sudah meminta kepada pihak Kepolisian dan Kemenkominfo untuk segera menutup atau memblokir situs-situs dan akun yang menyebarkan hoax dan ujaran kebencian.
"Kita tidak menghitung ada berapa situs tapi ada saja secara perorangan yang menggunakan atas nama pejabat ini pejabat itu," pungkasnya.
Dia pun mengapresiasi pihak kepolisian yang telah membongkar jaringan Saracen yang secara sistematis menyebarkan berita-berita hoax dan ujaran kebencian. (asp)
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
Cara Membangun Personal Branding di Media Sosial untuk Meningkatkan Popularitas
Respons Paspampres Video Pengamanan Presiden Prabowo di Inggris Viral di Media Sosial
Prancis Larang Anak di Bawah 15 Tahun Gunakan Media Sosial
Akun X Bruno Fernandes Kena Hack, Manchester United Langsung Angkat Bicara
TNI Bakal Bangun 6.382 Jembatan di Seluruh Indonesia, Minta Dukungan Pemda
Grok AI Belum Punya Filter Pornografi, DPR Tuntut Langkah Proaktif Kemkomdigi
Rekrutmen TNI AD 2026 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Syarat Lengkapnya
Kumpulan Ucapan Natal Cocok untuk WhatsApp dan Media Sosial
Jembatan Armco Hubungkan kembali Warga Birem Bayeun Aceh Timur
Viral Video Bantuan ke Sumatera Berupa Kotak Kosong, Begini Penjelasan TNI