Jembatan Armco Hubungkan kembali Warga Birem Bayeun Aceh Timur
Ilustrasi - Foto udara sejumlah alat berat yang dioperasikan untuk menangani jalan lintas yang tertimbun tanah longsor di Desa Burni Pase, Kecamatan Permata, Bener Meriah, Aceh, Sabtu (13/12/2025). AN
MERAHPUTIH.COM — JEMBATAN Armco yang menghubungkan Birem Bayeun di Aceh Timur rampung. Jembatan yang dibangun Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam Aceh Kodam Iskandar Muda ini menghubungkan kembali transportasi masyarakat di Birem Bayeun Aceh Timur yang terputus akibat bencana banjir dan longsor.
"Pemasangan jembatan darurat ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Iskandar Muda Kolonel Inf T Mustafa Kamal, dikutip ANTARA, Selasa (23/12).
Ia menjelaskan jembatan Armco yang dibangun Kodim 0104/Aceh Timur guna membuka akses mobilitas masyarakat dan logistik pascabencana. Lokasi pemasangan jembatan Armco Tahap I di wilayah Aceh Timur bantuan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) meliputi tiga titik strategis di Kecamatan Birem Bayeun yakni Desa Alue Gadeng Dua, yang berfungsi menghubungkan Desa Alue Sentang dengan Desa Alue Gadeng Dua sekaligus menjadi akses jalan desa menuju jalan lintas nasional Medan–Banda Aceh.
Titik kedua berlokasi di Desa Alue Sentang I, Kecamatan Birem Bayeun, yang menghubungkan Desa Alue Sentang dengan Desa Alue Gadeng Dua serta menjadi jalur alternatif menuju jalan lintas Medan–Banda Aceh.
Baca juga:
Kemenhut Beri 'Lampu Hijau' Warga Aceh Hingga Sumbar Manfaatkan Kayu yang Hanyut Terbawa Banjir
Selanjutnya titik ketiga berada di Desa Alue Sentang II, Kecamatan Birem Bayeun, yang menghubungkan antardusun di Desa Alue Sentang sekaligus memperkuat akses menuju Desa Alue Gadeng Dua dan jalan lintas nasional.
Jembatan Armco merupakan jembatan darurat atau sementara yang terbuat dari pipa baja bergelombang (corrugated steel pipe) atau baja modular. Mustafa mengatakan jembatan tersebut dirancang untuk dipasang secara cepat pada kondisi darurat, khususnya pascabencana alam seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Pihaknya berharap dengan terbukanya akses transportasi masyarakat di Kecamatan Birem Bayeun, distribusi bantuan kemanusiaan dan logistik dapat berjalan lancar, serta aktivitas sosial dan ekonomi warga Aceh Timur dapat segera pulih pascabencana.(*)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
15.956 Unit Huntara Bakal Dibangun Bagi Korban Banjir di Aceh
Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah
Pemerintah Resmikan 1.300 Hunian Sementara Bagi Korban Banjir Sumatera, Diperuntukan Bagi Korban Rumah Hilang
68 Korban Longsor Cisarua Bandung Terindetifikasi, Tinggal 17 Jenazah Masih Diperiksa Tim DVI
Aceh Bagian Barat dan Selatan Berpotensi Duguyur Hujan Disertai Angin Kencang, Waspada Juga Gelombang Tinggi
Awal Februari Ini, Berbagai Daerah Dilanda Longsor, Banjir, Karhutla dan Cuaca Ekstrem
Kemenkes Kirim Lagi 396 Tenaga Kesehatan Cadangan ke Aceh, Bekerja Selama14 Hari
PDIP Dorong Anggaran MBG Diefisiensikan untuk Dana Darurat Bencana di Daerah
Banjir Bidara Cina: Ciliwung Meluap, Warga Mulai Garuk-Garuk Karena Gatal Masal
DPR Kritik Pemotongan Anggaran Basarnas di Tengah Risiko Bencana Nasional yang Meningkat