Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Prabowo yang Putuskan Gerindra Buat Poros Baru dengan PDIP atau Tidak

Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Agustus 2019

Merahputih.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan adanya kemungkinan terbentuknya poros baru koalisi dengan PDID akan dipertimbangkan dengan matang oleh Prabowo Subianto.

"Karena Prabowo sudah diberikan amanah oleh anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, keputusan itu kita serahkan kepada beliau," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (12/8).

Baca Juga: Gerindra Bantah Telah Sepakat dengan PDIP Terkait Pilpres 2024

Ia menegaskan, hubungan antara Gerindra dengan partai politik lain termasuk dengan PDIP dan Megawati Soekarnoputri berlangsung baik.

Karena, Gerindra dan PDIP pernah berkoalisi di Pemilu Presiden 2009. Saat itu, Fadli merupakan Sekretaris Umum Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo. Komunikasi dari koalisi itu juga berjalan baik hingga saat ini.

"Saya kira baik untuk kemajuan bangsa dan negara, paling penting adalah bagaimana penyelenggaraan negara ini menghadirkan apa yang menjadi cita-cita pendiri bangsa, dan masyarakat hidup sejahtera," jelas dia.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menghadiri Kongres V PDIP di Bali
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menghadiri Kongres V PDIP di Bali (Foto: antaranews)

Prabowo sendiri akan mendengarkan masukan DPD Gerindra dalam rapat kerja nasional (rakernas) partai terkait sikap politik partai ke depan.

"Saya kira pasti akan mendengarkan masukan-masukan dari kader di daerah dalam rakernas," ucap Fadli.

Dia mengatakan dalam rakernas tersebut akan disampaikan masukan dari kader di daerah dan pimpinan partai untuk penyikapan politik ke depan.

Baca Juga: Elite Gerindra: Prabowo Banting Setir, 'Penumpang Gelap' di Kubu 02 Gigit Jari

Namun, sebagaimana dikutip Antara, dalam rakernas tersebut tidak akan dibahas terkait apakah Gerindra masuk dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf atau berada di luar pemerintahan.

"Ini konsolidasi internal Gerindra pasca-Pemilu 2019 dan menghadapi pemerintahan ke depan," ujarnya. (*)

Baca Artikel Asli