Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Prabowo Terima 20 Poin Evaluasi Haji 2026, Syarat Kesehatan 2027 Bakal Lebih Ketat

Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan evaluasi pelaksanaan haji 2026 dari Tim Pengawas (Timwas) Haji bersama Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak di kediamannya, Hambalang, Bogor, sore tadi.

Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan pertemuan ini merupakan tindak lanjut permintaan Komisi VIII DPR RI dan Timwas Haji untuk melaporkan pelaksanaan haji.

"Bapak Presiden memenuhi permohonan dari Komisi VIII dan Timwas Haji untuk menerima laporan pelaksanaan haji tahun 2026,” katanya, kepada media, Rabu (17/6).

Baca juga:

Raker Menag, Mensos dan Menteri Haji dengan Komisi VIII DPR Bahas Anggaran Tahun 2027

Fokus Perbaikan Armuzna

Kepada media, Wamenhaj Dahnil mengungkapkan ada sekitar 20 poin perbaikan yang dilaporkan kepada Presiden. Menurut dia, catatan dari Presiden adalah mimpi sebagian besar umat Islam itu harus dilaksanakan dengan baik.

Evaluasi utama mencakup mobilisasi jamaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), serta kebijakan istitha’ah kesehatan.

Wamenhaj juga menegaskan pola penugasan petugas saat pergerakan jamaah akan diperbaiki agar pelayanan lebih intensif.

Baca juga:

Pemulangan Gelombang I Haji Selesai, 90 Ribu Jamaah Sudah Tiba di Tanah Air

Syarat Kesehatan Haji 2027 Lebih Ketat

Dahnil menambahkan istitha’ah kesehatan menjadi perhatian serius. Data menunjukkan tingkat kematian jamaah asal Jawa Timur turun dari 104 orang pada 2025 menjadi 65 orang pada 2026.

Meski menurun, lanjut dia, angka tersebut tetap tinggi sehingga pemerintah berencana memperketat syarat kesehatan mulai musim haji 2027. Dia menegaskan jamaah dengan indikasi penyakit berat tidak akan ada toleransi untuk tetap diberangkatkan tahun depan.

“Tahun depan kami lebih selektif, misalnya yang memiliki indikasi demensia, ginjal, tuberkulosis (TBC), dan sebagainya kami pastikan tidak bisa berangkat,” Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak.

(*)

Baca Artikel Asli