Merahputih.com - Krisis Timur Tengah yang memicu lonjakan harga komoditas energi menjadi tantangan besar bagi stabilitas global. Namun, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ekonomi Indonesia saat ini berada dalam posisi yang jauh lebih stabil dan kuat dibandingkan negara lain.
Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk tetap optimistis meskipun situasi geopolitik global sedang memanas. Dalam taklimat di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (8/4), Prabowo memaparkan bahwa data kementerian menunjukkan ketahanan domestik yang solid.
Baca juga:
"Apa yang kita alami sekarang, krisis yang terjadi di Timur Tengah yang membuat harga energi menjulang, sebenarnya kita harus yakini dan kita harus syukuri bahwa kondisi bangsa kita berada dalam kondisi yang jauh lebih baik dari bangsa-bangsa lain," tegas Presiden Prabowo.
Kekuatan Sumber Daya Alam Jadi Kunci Ketahanan
Presiden menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) sebagai fondasi utama pertahanan bangsa. Merujuk pada UUD 1945, ia mengingatkan bahwa penguasaan negara atas bumi, air, dan kekayaan alam bertujuan mutlak untuk kemakmuran rakyat.
Prabowo membandingkan posisi Indonesia dengan negara kaya minyak lain yang justru mengalami krisis air bersih.
"Ada negara-negara yang kaya akan minyak dan gas, tidak punya air. Hal-hal ini begitu penting, hal-hal ini begitu mendasar, dan hal ini telah digarisbawahi oleh pendiri bangsa kita," ucap Prabowo di hadapan para menteri dan pejabat eselon I.
Sinergi Kabinet Merah Putih Hadapi Tantangan Global
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Angga Raka Prabowo, menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan menyatukan visi antara menteri dan pejabat eselon I.
Presiden menginginkan adanya kesamaan pemahaman dalam mengeksekusi kebijakan strategis di tengah dinamika global yang cepat berubah.
Baca juga:
DPR Soroti Lambannya Penanganan Kasus Air Keras Andrie Yunus, Desak Prabowo Turun Tangan
Prabowo menilai koordinasi yang kuat antar-lembaga akan mempercepat penanganan dampak lonjakan harga energi.
Meski mengakui adanya tantangan nyata, Presiden meyakini pemerintah memiliki instrumen yang cukup untuk mengatasi kesulitan tersebut dan menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.