Merahputih.com - Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan langkah besar melalui instrumen hukum Inpres, Keppres, serta kebijakan konservasi satwa untuk memastikan keselamatan populasi gajah dan optimalisasi pengelolaan taman nasional.
Langkah strategis ini mencakup penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) terkait penyelamatan populasi dan habitat Gajah Sumatra serta Gajah Borneo, serta Keputusan Presiden (Keppres) tentang pembentukan Satgas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional.
Baca juga:
Red Flag Gajah Sumatra! Sisa 1.200 Ekor di 11 Kantong Habitat dari Aceh-Lampung
Koridor Habitat dan Area Preservasi di Lahan Sawit
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa intervensi pemerintah bersifat mendesak guna mencegah kepunahan spesies ikonik Indonesia.
Inpres tersebut nantinya akan menginstruksikan kementerian terkait untuk membangun koridor habitat yang menghubungkan kantong-kantong gajah yang terfragmentasi.
"Kalau tidak ada intervensi yang serius oleh pemerintah, maka kerusakan kantong-kantong gajah ini adalah sebuah keniscayaan," ujar Raja Juli Antoni usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/3).
Pemerintah juga mewajibkan area Hak Guna Usaha (HGU) sawit di Sumatra menyediakan area preservasi. Kebijakan ini bertujuan memperluas daya jelajah satwa sekaligus mencegah perkawinan sedarah (inbreeding) yang melemahkan genetik populasi. Raja Juli menambahkan, Presiden bahkan telah menyerahkan 90 ribu hektare lahan pribadinya untuk dikonversi menjadi kawasan konservasi.
Pendanaan Inovatif dan Transformasi Way Kambas
Selain fokus pada spesies, Presiden Prabowo Subianto juga membentuk Satgas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional melalui Keppres. Satuan tugas ini bertugas mencari model pendanaan berkelanjutan dengan melibatkan sektor swasta agar hutan Indonesia mencapai standar kelas dunia.
Baca juga:
Misteri 9 Gajah Sumatra Mati di Riau Terjawab, Korban Sindikat Pemburu Liar Skala Nasional
"Kita akan mencari pendanaan yang inovatif, yang sustain, termasuk melibatkan private sector agar taman nasional kita menjadi berkelas dunia," jelas Menteri Kehutanan.
Sebagai proyek percontohan, Taman Nasional Way Kambas di Lampung akan mendapatkan perhatian khusus. Presiden menyiapkan Dana Bantuan Presiden untuk membangun pagar dan kanal pembatas.
Fasilitas ini berfungsi sebagai benteng fisik untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara gajah dan penduduk desa di sekitar kawasan taman nasional. Upaya ini memposisikan kepemimpinan saat ini sebagai era yang paling peduli terhadap pelestarian satwa liar dalam sejarah Indonesia.