MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, merupakan tindakan kriminal serius. Bahkan, Prabowo menyebut serangan itu tergolong sebagai terorisme dan harus diusut hingga ke dalang di balik peristiwa itu.
Presiden menyampaikan hal itu dalam sesi tanya jawab bersama para jurnalis.
"Ini adalah terorisme dan biadab. Harus kita kejar. Harus kita usut. Harus kita usut!," kata Prabowo dikutip Jumat (20/3).
Presiden menekankan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan, melainkan harus mampu mengungkap aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.
"(Termasuk) siapa yang menyuruh, siapa yang membayar," katanya.
Baca juga:
Prabowo juga menyatakan negara tidak akan menolerir segala bentuk kekerasan terhadap warga negara, termasuk terhadap aktivis yang menyuarakan kritik.
Ia memastikan, jika ada keterlibatan aparat dalam kasus kekerasan itu, maka proses hukum harus berjalan tanpa "pandang bulu".
"Saya ingin menegakkan hukum. Saya ingin Indonesia yang beradab. Tidak boleh ada tindakan seperti ini," ujarnya.
"Diberitakan sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang yang tidak dikenal pada Kamis (12/3) malam di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh, termasuk mata, wajah, dada, dan tangan.
Dari hasil pengusutan, sebanyak empat prajurit terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras tersebut. (*)