Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Prabowo: Krisis Global Dorong Indonesia Percepat Swasembada Pangan dan Energi

Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2026

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa situasi dunia saat ini sedang diliputi ketidakpastian akibat berbagai faktor, termasuk konflik geopolitik yang memicu ancaman krisis global.

Meski demikian, Prabowo menilai kondisi tersebut justru dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan nasional.

Menurutnya, dengan memanfaatkan kekayaan alam yang melimpah, Indonesia memiliki potensi besar untuk keluar dari tekanan krisis global dalam kondisi yang lebih kuat.

"Krisis adalah ujian, batu loncatan. Yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Ini pelajaran sejarah. Saya percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa dan kita mampu keluar dari krisis ini. Kita akan keluar dari krisis ini semakin kuat. Krisis ini menurut saya adalah suatu blessing in disguise. Memang penuh tantangan, tapi memaksa kita mempercepat niat-niat baik," kata Prabowo dalam sambutannya pada tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3).

Baca juga:

1 Tahun Danantara, Prabowo: Jaga Kekayaan Negara untuk Generasi Mendatang

Prabowo menilai dinamika global saat ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat upaya mencapai swasembada pangan dan energi, dua sektor yang sangat vital dalam menghadapi potensi krisis dunia.

Di sektor pangan, ia menyebut Indonesia telah menunjukkan kemajuan dengan tercapainya swasembada beras. Ke depan, pemerintah menargetkan swasembada pada komoditas pangan lainnya seperti jagung.

"Kita sudah punya rencana swasembada pangan. Alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita sudah punya rencana swasembada energi, yakin kita akan tercapai dalam empat tahun lagi. Tapi kita harus percepat. Kita punya banyak alternatif. Kita yakin bisa atasi masalah ini," ujarnya.

Sementara di sektor energi, Prabowo mendorong pemanfaatan sumber daya domestik, termasuk kelapa sawit dan singkong, sebagai bahan bakar alternatif pengganti BBM.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Ia juga menyinggung keberhasilan Indonesia yang saat ini tidak lagi mengimpor BBM jenis solar berkat pengembangan biodiesel berbasis kelapa sawit.

Baca juga:

Presiden Prabowo Targetkan Swasembada Pangan Total Usai Cadangan Beras Bulog Pecah Rekor

Selain itu, pemerintah juga akan mengoptimalkan potensi energi terbarukan yang dimiliki Indonesia, seperti panas bumi dan energi surya.

"Kita punya kelapa sawit yang sangat banyak. Kita punya singkong yang cukup. Kita bisa dapat BBM dari jagung, tebu. Kita punya geothermal yang sangat besar, terbesar kedua di dunia. Belum dieksploitasi sepenuhnya," kata Prabowo.

Khusus untuk energi surya, Presiden telah memerintahkan percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya.

Pemerintah menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 100 gigawatt (GW).

"Kita akan melaksanakan elektrifikasi. Energi terbarukan dari surya, dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan membangun energi 100 GW. Itu sudah perintah saya, keputusan saya. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini," tegasnya. (Pon)

Baca Artikel Asli